Viral Kawasan Cipatat Bak Bersalju, DLH Bandung Barat Lakukan Investigasi

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan investigasi terkait dugaan pencemaran polisi udara di kawasan Jalan Bandung-Cianjur, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat. Debu yang beterbangan menyebabkan kawasan itu mirip salju.

Kepala DLH KBB, Ibrahim Adjie, mengatakan tim Pengawas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) sudah melakukan verifikasi lapangan pada ke sejumlah industri pengolahan batu kapur di Kecamatan Cipatat untuk menelusuri dugaan pencemaran itu. Pihaknya bahkan sudah memanggil dan meminta klarifikasi salah satu perusahaan.

"Teman-teman PPLH sudah melakukan verifikasi ke lapangan ke industri pengolahan batu kapur di kawasan Kecamatan Cipatat. Hari ini ada satu perusahaan yang kami panggil untuk dimintai keterangan sebagai tindak lanjut hasil verifikasi lapangan," kata Ibrahim saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).

Ia mengungkapkan, tim telah mengantongi sejumlah bukti hasil pemeriksaan lapangan. Namun, seluruh hasil investigasi belum dapat dipublikasikan seutuhnya karena masih menunggu penyelesaian administrasi pemeriksaan serta hasil uji laboratorium.

"Kami sudah mengantongi beberapa bukti hasil verifikasi lapangan, tetapi hasilnya belum bisa disampaikan karena menunggu berkas pemeriksaan rampung, termasuk hasil pemeriksaan hari ini dan hasil uji laboratorium," ungkap dia.

Meski demikian, Ibrahim memastikan lapisan putih yang tampak menyelimuti kawasan permukiman tersebut hingga mirip salju merupakan debu yang berasal dari aktivitas pengolahan batu kapur.

"Kalau peninjauan langsung terhadap lokasi yang viral itu, dipastikan warna putih tersebut merupakan debu dari pengolahan batu kapur," ucapnya.

Selain menghasilkan debu dalam jumlah besar, hasil pemeriksaan sementara juga menemukan tidak adanya alat penyedot debu atau suction system di area produksi perusahaan. Kondisi itu diduga menyebabkan debu halus beterbangan hingga keluar kawasan industri dan mencemari lingkungan sekitar.

"Perusahaan tidak memiliki alat suction atau penghisap debu industri untuk mengurangi debu kapur di area kerja pabrik, sehingga kawasan sekitar dipenuhi debu mikroskopis yang menyebabkan kualitas udara menurun," jelas Ibrahim.

DLH pun membuka peluang menjatuhkan sanksi apabila hasil pemeriksaan menyimpulkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup. "Potensi sanksi bisa saja dikenakan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pencemaran atau pelanggaran lingkungan. Namun, kita tunggu dulu hasil pemeriksaan secara menyeluruh," kata dia.

Sebelumnya, sebuah video yang yang menampilkan Jalan Raya Bandung-Cianjur, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat bak kawasan bersalju viral di media sosial. Sekilas, tayangan tersebut menampilkan suasana layaknya dipenuhi salju.

Atap rumah, pepohonan hingga lingkungan sekitar tampak memutih seperti tertutup lapisan salju. Namun kenyataannya, pemandangan tersebut bukan disebabkan fenomena alam turunnya salju seperti di Korea dan negara empat musim lainnya, namun diduga akibat polusi debu dari aktivitas pabrik pengolahan batu kapur yang berada di kawasan tersebut.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah bangunan dan pepohonan tertutup debu berwarna putih yang menyelimuti hampir seluruh area sekitar. Kondisi tersebut menurut warga dan pengendara memang sudah berlangsung lama.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |