REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis. Capaian ini disebut sebagai hasil dari kolaborasi erat antara pemerintah, petani, penyuluh, TNI/Polri, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha pertanian.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, Amran merinci delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Menurutnya, capaian ini membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor untuk komoditas-komoditas tersebut, dan sebagian di antaranya bahkan telah memasuki pasar ekspor.
Amran menegaskan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini telah melampaui 5 juta ton. Angka tersebut diklaim sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Kinerja Positif Sektor Pertanian
Selain swasembada, Mentan juga menyoroti indikator kinerja lainnya. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat mencapai 127,73 pada Mei 2026, sementara Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian mengalami pertumbuhan sebesar 5,74 persen.
Capaian tersebut dinilai tidak terlepas dari dukungan kebijakan pemerintah. Beberapa di antaranya adalah kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah, perbaikan tata kelola distribusi pupuk, serta penurunan harga pupuk subsidi. Amran menegaskan pemerintah akan terus berupaya meningkatkan produksi pangan, menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Presiden: Pangan Fondasi Peradaban
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi fondasi utama pembangunan nasional. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7), Presiden menyatakan bahwa di tengah gejolak global, Indonesia berhasil mencatat berbagai capaian strategis.
"Setiap negara, setiap perekonomian itu pasti diukur. Kita bertanya, apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya. Itu yang paling mendasar. Untuk apa kita merdeka kalau kita tidak bisa memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban, yaitu pangan," ujar Presiden.
Presiden menekankan bahwa tidak ada peradaban yang mampu bertahan tanpa ketahanan pangan. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan pembangunan pertanian sebagai prioritas utama melalui penyediaan lahan produktif, pengelolaan air, kebijakan yang berpihak kepada petani, serta ketersediaan pupuk yang terjangkau.
Presiden juga menyampaikan bahwa berbagai kebijakan yang dijalankan Kabinet Merah Putih telah membuahkan hasil nyata. "Kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Nilai Tukar Petani kita tertinggi selama sejarah NKRI," tegasnya. Capaian ini menjadi bukti kemampuan Indonesia memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan global akibat konflik dan perubahan iklim.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
3 hours ago
2

















































