Pola pergeseran beban utang yang beralih dari sektor swasta ke sektor publik menjadi sinyal perekonomian domestik tengah menghadapi tekanan dari berbagai arah.
Utang Luar Negeri Swasta Terkontraksi, Sinyal Ekonomi Lesu? Foto: iNews Media Group.
IDXChannel - Pergerakan utang luar negeri (ULN) Indonesia saat ini dinilai menyajikan sebuah lanskap yang cukup menantang bagi stabilitas makroekonomi nasional. Pola pergeseran beban utang yang beralih dari sektor swasta ke sektor publik menjadi sinyal perekonomian domestik tengah menghadapi tekanan dari berbagai arah.
Mengutip laman Bank Indonesia (BI), posisi ULN Indonesia pada April 2026 tercatat sebesar USD439,8 miliar atau secara tahunan tumbuh sebesar 1,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 1,0 persen (yoy). Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik di tengah kontraksi ULN sektor swasta yang berlanjut.
Posisi ULN swasta pada April 2026 tercatat sebesar USD193,2 miliar, atau secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,7 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 1,4 persen (yoy).
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal menilai, perubahan struktur utang luar negeri dalam beberapa periode terakhir ini mengisyaratkan adanya kelesuan di sektor riil domestik. Fenomena ini terlihat jelas dari keengganan pelaku usaha swasta untuk berekspansi di tengah ketidakpastian pasar global.
"Di situ sebetulnya jelas secara polanya berarti mengindikasikan adanya tekanan terhadap ekonomi," ujar Faisal kepada IDXChannel, Selasa (16/6/2026).
.png)
4 hours ago
1

















































