UBSI Padukan AI dan Urban Farming untuk Dukung Ketahanan Pangan Keluarga

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) memadukan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan konsep urban farming berbasis zero waste untuk mendorong ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi sampah rumah tangga di kawasan perkotaan.

Program tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Reguler yang melibatkan ibu-ibu PKK di Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya belajar memanfaatkan lahan sempit untuk menanam sayuran, tetapi juga mengolah sampah organik menjadi kompos dan menggunakan aplikasi berbasis AI sebagai pendamping budidaya tanaman.

Ketua Tim PKM UBSI Embun Fajar Wati mengatakan program tersebut dirancang agar masyarakat memperoleh solusi yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan memadukan edukasi lingkungan dan teknologi digital.

"Kami mengintegrasikan sosialisasi kebun sayur zero waste, pelatihan urban farming, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence melalui aplikasi SiHijau dalam satu rangkaian kegiatan. Harapannya, masyarakat tidak hanya mampu memanfaatkan sampah menjadi sumber pangan, tetapi juga memiliki literasi digital yang mendukung budidaya tanaman secara mandiri," ujar Embun dalam keterangan tertulis, Jumat (25/7/2026).

Dalam pelatihan tersebut, peserta memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam dan membudidayakan kembali batang sisa sayuran, seperti kangkung dan sawi. Mereka juga mempraktikkan pengolahan limbah organik dapur menjadi kompos sebagai bagian dari penerapan konsep zero waste.

Sebagai bagian dari inovasi program, UBSI memperkenalkan aplikasi SiHijau yang dilengkapi asisten berbasis AI. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengenali gejala penyakit tanaman, memperoleh rekomendasi penanganan, serta mengakses panduan budidaya sayuran dan pengomposan secara praktis melalui telepon pintar.

Program ini digelar di tengah tingginya volume sampah di Jakarta. Berdasarkan data Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan (SILIKA) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, timbulan sampah di ibu kota mencapai lebih dari 3,1 juta ton per tahun atau sekitar 8.500 ton per hari. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam mengurangi sampah melalui pengolahan limbah organik di tingkat rumah tangga.

Ketua Kelompok PKK RT 07/RW 13 Duri Kosambi Sri Wahyuni mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang sesuai dengan kebutuhan warga.

"Ibu-ibu tidak hanya belajar menanam sayuran di lahan terbatas, tetapi juga memahami cara mengolah sampah dapur menjadi kompos dan memanfaatkan aplikasi SiHijau sebagai panduan merawat tanaman. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang ikut menerapkannya," ujarnya.

UBSI berharap integrasi konsep zero waste, urban farming, dan AI dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat diterapkan di berbagai wilayah perkotaan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi timbulan sampah.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |