Epidemiolog Ungkap Bahaya Abu Vulkanik dan Cara Membersihkannya

4 hours ago 3

Gunung Sinabung menyemburkan abu vulkanik di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (2/9/2026). Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman membeberkan bahaya abu vulkanik apabila mengenai tubuh serta tata cara membersihkannya dengan tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman membeberkan bahaya abu vulkanik apabila mengenai tubuh serta tata cara membersihkannya dengan tepat. Paparan abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan karena menyebabkan iritasi.

"Abu vulkanik ini sangat berbeda jauh dengan abu ataupun debu biasa karena mengandung silika yang seperti serpihan kaca yang tajam dan bisa merusak, khususnya pada organ yang terkena, antara lain mata, hidung, mulut, maupun kulit," kata Dicky di Jakarta, Ahad (6/9/2026).

Pada mata, abu vulkanik dapat menyebabkan kemerahan, perih, berair, sensitif terhadap cahaya, hingga luka goresan. Mata juga bisa mengalami peradangan konjungtivitis yang menimbulkan kemerahan, rasa terbakar, serta fotosensitivitas atau sensitif terhadap sinar matahari.

Pada saluran pernapasan, paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, pilek, batuk kering jika terkena paparan tinggi, serta sesak atau nyeri di dada.

Gejala tersebut, katanya, dapat semakin memburuk pada penderita asma atau bronkitis kronis, seperti munculnya batuk berdahak, napas berbunyi, atau mengi.

"Penderita disarankan menghindari aktivitas berat saat abu vulkanik di udara sedang tinggi dan bersirkulasi karena napas yang lebih cepat akan menarik partikel halus dari abu vulkanik lebih dalam ke paru-paru. Selain itu, abu vulkanik segar, maksud saya, bisa memiliki lapisan asam yang menambah efek iritasi pada paru dan mata sebelum tersapu hujan," katanya.

Oleh karena itu, semua pihak perlu membersihkan abu vulkanik sesegera mungkin menggunakan air. Upayakan untuk tidak menggosok abu pada permukaan atau mengibas pakaian agar penyebarannya tidak semakin meluas.

Selain itu, ia merekomendasikan masyarakat untuk menutup jendela dan pintu secara rapat.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |