Uber PHK 10 Persen Karyawan Customer Service, Diganti dengan AI

1 hour ago 2

Logo Uber pada telepon seluler (ilustrasi). Perusahaan teknologi asal AS, Uber, melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 10 persen dari divisi customer service.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan teknologi asal AS, Uber, melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 10 persen dari divisi customer service. Menurut laporan Bloomberg, perusahaan itu akan menggantikan tenaga manusia dengan Al.

Juru bicara Uber mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk menyederhanakan operasional sekaligus memperkuat adopsi kecerdasan buatan. "PHK dilakukan untuk memperkuat kolaborasi, merampingkan operasional dan terus mengadopsi Al," kata jubir tersebu dilansir laman Engadget, Kamis (23/7/2026).

Divisi yang terdampak oleh pemutusan hubungan kerja ini adalah Community Operations, yaitu jaringan dukungan pelanggan global Uber yang melayani berbagai bisnis Uber di berbagai negara dan dalam beragam bahasa. Divisi ini memiliki tim khusus untuk wilayah dan negara tertentu yang bekerja sama erat dengan bisnis lokal serta para pengemudi.

Dalam sebuah memo kepada timnya, Wakil Presiden Global Community Operations Uber, Megha Yethadka, mengatakan bahwa struktur organisasi di dalam divisinya telah menjadi terlalu rumit dengan banyak bagian yang berjalan secara terpisah. Meski sudah mengadopsi penggunaan Al, Uber perlu melakukan penyesuaian organisasi agar teknologi tersebut dapat diterapkan secara lebih luas.

"Sebetulnya divisi ini sudah membuat beberapa kemajuan dalam penggunaan Al, namun agar dapat memperluas penerapannya, diperlukan organisasi yang efektif untuk mendukung adopsi Al," kata dia.

Laporan Bloomberg tidak mengungkap secara rinci bagaimana Uber akan memanfaatkan Al generatif di divisi Community Operations hingga berujung pada PHK. Meski begitu, teknologi Al untuk customer service memang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Agen Al untuk layanan pelanggan, terutama teknologi berbasis suara, telah mampu berkomunikasi secara alami dengan pengguna. Teknologi tersebut juga semakin baik dalam memahami pertanyaan, kebutuhan, serta keluhan pelanggan dan memberikan respons yang sesuai.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |