Tujuh Destinasi Wisata Alam Ramah Keluarga di Australia Barat

9 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Liburan keluarga kini tidak lagi identik dengan taman hiburan yang ramai. Tren perjalanan menunjukkan semakin banyak wisatawan memilih destinasi yang menawarkan suasana lebih tenang, dekat dengan alam, sekaligus menyediakan aktivitas yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak.

Bagi wisatawan Indonesia, Australia masih menjadi salah satu destinasi favorit. Data Tourism Australia menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Australia mencapai 242.074 orang pada tahun yang berakhir Desember 2025, naik sekitar delapan persen dibandingkan periode sebelumnya dan menjadi angka tertinggi yang pernah tercatat. Selama periode tersebut, wisatawan Indonesia membelanjakan sekitar 1,2 miliar dolar Australia selama berwisata di Negeri Kanguru.

Sementara itu, Tourism Research Australia mencatat Australia Barat menjadi salah satu wilayah yang terus mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan. Pada periode tahun yang berakhir Maret 2026, wilayah ini menerima sekitar 1,1 juta kunjungan wisatawan mancanegara, dengan total nilai belanja wisata mencapai sekitar 19,5 miliar dolar Australia.

Selain Perth yang menjadi pintu gerbang utama, Australia Barat memiliki beragam destinasi alam yang cocok dinikmati bersama keluarga. Mulai dari pantai berpasir putih, gua batu kapur, danau berwarna merah muda, hingga kawasan konservasi satwa liar, semuanya menawarkan pengalaman berbeda tanpa harus menghadapi keramaian seperti di destinasi wisata massal.

Berikut tujuh destinasi yang dapat menjadi pilihan. Pertama adalah Injidup Natural Spa di kawasan Yallingup, Margaret River. Kolam alami yang terbentuk dari bebatuan granit ini memanfaatkan ombak Samudra Hindia yang masuk melalui celah sempit sehingga menghasilkan gelembung air menyerupai jacuzzi alami. Perairannya yang relatif dangkal membuat lokasi ini kerap menjadi tempat bermain air bersama keluarga.

Destinasi berikutnya, dikutip dari siaran pers, Senin (3/8/2026), adalah Busselton Jetty, dermaga kayu sepanjang sekitar 1,8 kilometer yang dikenal sebagai salah satu dermaga kayu terpanjang di Belahan Bumi Selatan. Pengunjung dapat menaiki kereta wisata menuju ujung dermaga sebelum melanjutkan ke observatorium bawah laut untuk melihat terumbu karang dan berbagai biota laut tanpa harus menyelam.

Bagi penyuka fotografi, Hutt Lagoon di Port Gregory menawarkan pemandangan yang berbeda. Danau ini dapat berubah warna dari merah muda hingga keunguan bergantung pada musim, intensitas cahaya matahari, dan tingkat salinitas air. Fenomena tersebut terjadi karena keberadaan mikroalga Dunaliella salina yang menghasilkan pigmen beta-karoten sehingga warna danau tidak selalu sama sepanjang tahun.

Sementara itu, Golden Valley Tree Park di Balingup menghadirkan suasana hutan dengan koleksi ratusan spesies pohon dari berbagai belahan dunia. Jalur pejalan kaki yang tersedia memungkinkan pengunjung menikmati suasana alam sambil berpiknik atau berjalan santai bersama keluarga.

Tak jauh dari Perth, wisatawan juga dapat mengikuti pelayaran menyusuri Mandurah Canals. Kawasan ini merupakan habitat lebih dari 100 lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik liar yang kerap terlihat berenang di sekitar kapal wisata. Aktivitas tersebut menjadi salah satu atraksi alam yang populer di wilayah tersebut.

Pilihan lain adalah Ngilgi Cave, gua batu kapur di Yallingup yang memiliki formasi stalaktit dan stalagmit berusia ribuan tahun. Gua ini dilengkapi jalur wisata yang dapat dijelajahi secara mandiri menggunakan panduan audio sehingga cocok untuk wisata keluarga.

Bagi pencinta pantai, Lucky Bay di kawasan Cape Le Grand National Park menjadi destinasi yang layak dipertimbangkan. Pantai berpasir putih dengan air laut yang jernih ini terkenal karena kanguru liar yang kerap terlihat beristirahat di tepi pantai. Ombaknya yang relatif tenang juga membuat kawasan tersebut menjadi lokasi favorit bagi keluarga yang membawa anak-anak.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |