Trump mengatakan bahwa ia dan Xi berbicara panjang lebar tentang perang AS-Israel, dan keinginan bersama mereka agar Selat Hormuz dibuka kembali.
![]()
Trump Klaim AS dan China Ingin Selat Hormuz Dibuka Kembali (FOTO:iNews Media Group)
IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggalkan China usai kunjungan selama tiga hari, dengan mempromosikan beberapa kesepakatan perdagangan besar tetapi menunjukkan sedikit kemajuan pada isu terkait Taiwan atau perang AS-Israel di Iran.
Dilansir dari laman Aljazeera Sabtu (16/5/2026), kunjungan Trump yang pertama di masa jabatan keduanya itu dipenuhi dengan kemegahan dan upacara, termasuk sambutan dari anak-anak yang melambaikan tangan, pasukan kehormatan militer, tur pribadi ke bekas taman kekaisaran, dan Kuil Surga Konfusianisme abad ke-15.
Pada pertemuan tersebut, kedua belah pihak menggambarkan kunjungan tersebut sebagai sebuah keberhasilan meskipun penjelasan mereka tentang apa yang disepakati berbeda-beda.
Berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Trump mengatakan bahwa dirinya dan Xi membahas Taiwan. Xi Jinping menjelaskan kepada Trump bahwa ia menentang kemerdekaan bagi pulau yang berpemerintahan sendiri yang diklaim Beijing sebagai miliknya.
“Saya mendengarkannya. Saya tidak berkomentar. Saya tidak membuat komitmen apa pun," tutur dia. Tak lama setelah menyambut Trump pada hari Kamis, Xi menyebut Taiwan sebagai isu terpenting dalam hubungan China-AS. “Jika salah penanganan, kedua negara dapat berbenturan atau bahkan berkonflik, mendorong seluruh hubungan China-AS ke dalam situasi yang sangat berbahaya,” ujar Xi.
.png)
3 hours ago
4














































