DPR meminta otoritas fiskal dan moneter untuk memperkuat langkah antisipatif menyusul tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
DPR Minta Otoritas Fiskal dan Moneter Antisipatif Imbas Pelemahan Rupiah (FOTO:iNews Media Group)
IDXChannel - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta otoritas fiskal dan moneter untuk memperkuat langkah antisipatif menyusul tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Bila tak dimitigasi, ia menilai akan langsung berdampak ke biaya produksi.
Menurutnya, pelemahan mata uang nasional harus segera direspons agar tidak memicu imported inflation yang berpotensi meningkatkan biaya produksi serta menekan daya beli masyarakat.
“Kalau pelemahan rupiah ini tidak dimitigasi dengan cepat, dampaknya bisa langsung terasa ke biaya produksi, harga barang impor, sampai harga kebutuhan masyarakat,” ujar Misbakhun dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah saat ini dipengaruhi berbagai faktor global, mulai dari pergeseran arus modal asing hingga meningkatnya ketidakpastian di pasar internasional. Untuk itu, tekanan eksternal tersebut tidak boleh sampai berdampak langsung pada sektor riil maupun konsumsi masyarakat.
Untuk itu, Misbakhun mendorong Bank Indonesia untuk terus aktif menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi yang terukur, baik di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun pasar Surat Berharga Negara (SBN).
.png)
6 hours ago
3















































