LEBAK, iNews.id - Seorang warga Baduy meninggal dunia usai digigit ular tanah di kawasan permukiman Baduy Luar, Kabupaten Lebak, Banten. Korban diduga tidak mendapatkan penanganan medis secara cepat lantaran terbatasnya akses dan minimnya persediaan serum anti-bisa ular.
Ketua Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Muhammad Arif Kirdiat, mengungkapkan bahwa korban merupakan warga Kampung Cisadane, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar. Peristiwa warga tewas digigit ular berbisa ini terjadi saat korban sedang membersihkan lahan di kebun.

Baca Juga
Efek Banjir Jabodetabek, dari Evakuasi Kambing, hingga Ular Sanca Masuk Pemukiman
"Lokasi kejadian cukup jauh dari fasilitas kesehatan sehingga korban baru bisa mendapatkan pertolongan setelah beberapa jam perjalanan dengan berjalan kaki," ujar Arif, Jumat (7/3/2025).
Korban awalnya dibawa ke Puskesmas Cisimeut namun persediaan serum kosong. Hal serupa juga terjadi di RSUD dr Adjidarmo Rangkasbitung. Akhirnya, korban dirujuk ke RSUD Banten di Serang dengan harapan bisa segera mendapat penanganan.

Baca Juga
Ngeri, Warga Lampung Digigit Ular saat Banjir
Namun setiba di RSUD Banten, kondisi korban sudah memburuk dan langsung masuk ruang ICU. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia, Rabu (5/3/2025).
Arif menyesalkan keterbatasan stok serum anti-bisa ular di fasilitas kesehatan Kabupaten Lebak. Menurutnya, kasus gigitan ular di kalangan warga Baduy cukup sering terjadi, terutama saat musim hujan ketika banyak warga membuka lahan baru untuk berladang.

Baca Juga
Ngeri! 3 Ular Sanca Teror Warga usai Luapan Sungai di Sidoarjo
Editor: Donald Karouw