REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gudang Benih Global Svalbard di Norwegia kembali memperkuat perannya sebagai brankas terakhir ketahanan pangan dunia. Fasilitas penyimpanan benih terbesar di dunia itu kini telah menyimpan lebih dari 1,4 juta sampel benih setelah menerima lebih dari 15 ribu sampel baru dalam pembukaan penyimpanan kedua tahun ini.
Para pengelola Gudang Benih Global Svalbard pada Rabu (18/6) mengumumkan bahwa sebanyak 15.387 sampel benih baru dari 11 bank gen internasional telah disimpan untuk pengamanan jangka panjang. Dengan tambahan tersebut, total koleksi yang tersimpan di fasilitas itu mencapai 1.401.285 sampel benih dari berbagai penjuru dunia.
Setoran terbaru ini merupakan yang ke-70 sejak Gudang Benih Global Svalbard resmi beroperasi pada 2008. Fasilitas yang berada jauh di dalam gunung di Pulau Spitsbergen, Kepulauan Svalbard, Norwegia, itu dirancang sebagai cadangan terakhir keanekaragaman tanaman dunia jika terjadi bencana alam, konflik, perubahan iklim ekstrem, maupun kerusakan pada bank gen nasional.
Gudang benih tersebut dikelola melalui kemitraan antara pemerintah Norwegia, Pusat Sumber Daya Genetik Nordik (NordGen), dan Crop Trust. Lokasinya yang berada di kawasan Arktik dipilih karena suhu dingin alami dan kondisi geologis yang dinilai ideal untuk menjaga viabilitas benih dalam jangka sangat panjang.
Pengiriman terbesar pada pembukaan kali ini berasal dari Administrasi Pembangunan Pedesaan Korea Selatan dan Pusat John Innes di Norwich, Inggris. Korea Selatan menyimpan sekitar 6.000 sampel benih dari 50 spesies tanaman, mencakup serealia, sayuran, dan kacang-kacangan yang memiliki nilai penting bagi ketahanan pangan.
Sementara itu, Pusat John Innes menyimpan seluruh koleksi gandum nasional Inggris, sekitar 1.000 aksesi varietas lokal jelai dari berbagai negara, serta ratusan varietas gandum lainnya yang menjadi bagian penting dari warisan genetik pertanian dunia.
Setoran terbaru juga mencerminkan luasnya keragaman hayati yang berupaya dilindungi komunitas internasional. Benih-benih yang disimpan berasal dari Afrika, Eropa, Asia, hingga Amerika, termasuk gandum hitam Polandia, berbagai jenis gandum dan jelai, paprika serta kacang-kacangan dari Belanda, hingga tanaman strategis seperti mete, kacang tanah, jarak, dan wijen dari Brasil.
Keberadaan Gudang Benih Global Svalbard semakin mendapat perhatian di tengah meningkatnya ancaman terhadap sistem pangan dunia. Perubahan iklim, cuaca ekstrem, konflik geopolitik, degradasi lahan, serta hilangnya keanekaragaman hayati membuat perlindungan sumber daya genetik tanaman menjadi semakin penting bagi masa depan pertanian global.
Bagi para ilmuwan, setiap sampel benih yang tersimpan bukan sekadar cadangan tanaman, melainkan aset strategis yang dapat digunakan untuk mengembangkan varietas baru yang lebih tahan terhadap kekeringan, penyakit, banjir, maupun perubahan iklim. Karena itu, Gudang Benih Global Svalbard kerap disebut sebagai "asuransi kehidupan" bagi ketahanan pangan umat manusia.
sumber : Xinhua
.png)
1 hour ago
1

















































