Susah Fokus dan Mudah Lupa? Bisa Jadi Akibat Otak Kebanyakan Doomscrolling

13 hours ago 4

Bermain HP sambil berbaring (ilustrasi). Kebiasaan scrolling video pendek secara berlebihan dapat memengaruhi kesehatan otak manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernahkah kamu membuka Instragram atau TikTok dengan niat hanya melihat sebentar, tapi kemudian menghabiskan waktu berjam-jam menggulir video pendek? Kebiasaan yang dikenal sebagai doomscrolling ini tidak hanya membuat waktu berlalu tanpa disadari, tetapi juga meningkatkan paparan layar dan berpotensi memengaruhi cara kerja otak.

Dokter spesialis saraf, dr Sudhir Kumar, mengungkapkan kebiasaan scrolling video pendek secara berlebihan dapat memengaruhi kesehatan otak manusia. Hal itu pada akhirnya dapat berdampak pada rentang perhatian, memori, suasana hati, dan fungsi kognitif secara keseluruhan.

Menurut dia, video pendek memberikan paparan berupa perpindahan konteks yang cepat dan terputus-putus. Kondisi ini membuat otak harus terus menyesuaikan diri dengan informasi baru dalam waktu singkat, sehingga memberikan beban besar pada memori kerja otak.

"Memori kerja adalah bagian dari sistem kognitif yang berfungsi sebagai meja kerja mental untuk memproses dan mempertahankan informasi. Beban yang terus-menerus pada sistem ini dapat menyebabkan munculnya rasa digital fatigue atau kelelahan digital setelah terlalu lama menggulir konten," kata Dr Kumar dilansir laman Hindustan Times, Sabtu (1/8/2026).

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa sifat adiktif dari kebiasaan doomscrolling bukan terjadi secara kebetulan. Aliran konten baru yang terus muncul dapat secara perlahan mengubah cara otak merespons penghargaan, sehingga meningkatkan keinginan terhadap hal-hal baru dan rangsangan yang lebih kuat.

Setiap kali pengguna menggeser layar dan menemukan konten baru, otak menerima hadiah kecil yang sifatnya tidak dapat diprediksi. Mekanisme ini disebut menyerupai cara kerja mesin slot karena pengguna tidak tahu kapan akan menemukan sesuatu yang menarik.

"Setiap swipe memberikan hadiah mikro yang tidak terduga, memicu pelepasan dopamin seperti halnya mesin slot," ujar dr Kumar.

Menurut dr Kumar, dalam jangka panjang, pola tersebut dapat meningkatkan ambang rangsangan otak. Akibatnya, aktivitas sehari-hari yang normal bisa terasa kurang menarik, sementara momen tenang tanpa stimulasi dapat terasa tidak nyaman karena otak terbiasa mendapatkan rangsangan baru secara terus-menerus.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |