REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengelola berat badan tidaklah mudah dan bahkan bisa membuat frustrasi. Selama ini banyak orang hanya fokus pada diet dan olahraga ketika mencoba menurunkan berat badan, padahal ada dua aspek lain yang sering kali tidak diperhatikan yaitu stres dan tidur.
Studi terbaru menemukan kurang tidur sekitar 80 menit setiap malam dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan. Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Columbia University dan dipublikasikan di jurnal ilmiah JAMA Network Open.
Menurut rekomendasi WHO, remaja usia 13 hingga 18 tahun dianjurkan tidur selama 8 sampai 10 jam per malam. Adapun orang dewasa disarankan tidur setidaknya 7 malam setiap malam.
Berbeda dengan sebagian besar penelitian sebelumnya yang dilakukan di laboratorium, studi ini berlangsung di rumah para peserta sehingga dinilai lebih mencerminkan kebiasaan tidur dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini melibatkan 95 orang dewasa berusia di atas 20 tahun, dengan sekitar 76 persen peserta merupakan perempuan.
Para peneliti melakukan pengamatan dalam dua fase yang urutannya ditentukan secara acak. Pada satu fase, peserta mempertahankan kebiasaan tidur normal atau adequate Sleep, yaitu tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam. Pada fase lainnya, peserta menjalani pembatasan tidur ringan atau sleep restriction (SR), dengan cara tidur 90 menit lebih lambat dari waktu tidur biasanya.
Selama penelitian berlangsung, peneliti mengumpulkan berbagai data, termasuk usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang, persentase lemak tubuh, pemeriksaan darah, serta analisis urine. Pola tidur dan aktivitas fisik peserta dipantau menggunakan perangkat yang dikenakan di tubuh, sementara durasi dan kualitas tidur juga dicatat melalui buku harian tidur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama fase pembatasan tidur, peserta rata-rata kehilangan hampir 80 menit waktu tidur setiap malam dibandingkan saat mereka mendapatkan tidur yang cukup. Pada akhir fase tersebut, peserta mengalami kenaikan berat badan rata-rata sekitar 1 pon atau 0,45 kilogram. Selain itu, mereka juga menghabiskan lebih banyak waktu dalam kondisi tidak aktif dibandingkan ketika menjalani fase tidur normal.
Para peneliti menyebut hasil ini menunjukkan kurang tidur yang terjadi secara kronis, meskipun hanya dalam jumlah kecil setiap malam, dapat menumpuk. Lalu berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan dalam jangka panjang.
Kenapa kurang tidur bisa berdampak pada berat badan? Salah satu alasan kurang tidur dapat berdampak buruk bagi tubuh adalah karena kondisi tersebut dapat meningkatkan peradangan kronis. Peradangan dalam tubuh juga berhubungan dengan berbagai penyakit kronis dan juga dapat membuat proses penurunan berat badan menjadi lebih sulit, demikian seperti dilansir dari Eating Well, Senin (27/7/2026).
.png)
2 hours ago
1










































