REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Standard Chartered Indonesia memperkuat bisnis pembiayaan korporasi dan pasar modal utang melalui keterlibatan dalam sejumlah transaksi strategis di Indonesia. Bank tersebut antara lain terlibat dalam pembiayaan Danantara serta penerbitan obligasi internasional Pemerintah Indonesia.
Dalam pembiayaan Danantara, Standard Chartered bertindak sebagai joint coordinator, joint senior underwriter, mandated lead arranger, dan bookrunner dalam fasilitas kredit bergulir senilai hingga 10 miliar dolar AS yang tersedia dalam beberapa mata uang.
Standard Chartered juga menjadi joint lead manager, bookrunner, dan rating advisor dalam penerbitan obligasi dual-tranche perdana PT Danantara Investment Management senilai 1,5 miliar dolar AS pada Juni 2026.
Di pasar modal utang, Standard Chartered telah menjadi mitra Pemerintah Indonesia dalam penerbitan obligasi internasional sejak 2009 dengan total penghimpunan dana lebih dari 55 miliar dolar AS. Pada 2025, bank tersebut kembali menjadi Joint Lead Manager dalam sejumlah penerbitan obligasi internasional pemerintah, meliputi obligasi dolar AS, sukuk global, CNH Dim Sum, serta obligasi Kangaroo berdenominasi dolar Australia.
Selain pembiayaan, bank ini juga memperkuat layanan transaction banking dan akses ke pasar modal internasional untuk mendukung kebutuhan pendanaan nasabah.
CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro mengatakan, peran tersebut didukung oleh pemahaman terhadap pasar domestik dan jaringan internasional yang dimiliki Standard Chartered. Berkat sejumlah kinerja itu, Standar Chartered Indonesia meraih penghargaan Euromoney sebagai Best Bank for Large Corporates dan Best Investment Bank for Debt Capital Markets. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap kinerja, inovasi, dampak bagi nasabah, serta kepemimpinan di pasar.
Menurut Donny, pengakuan itu mencerminkan peran Standard Chartered dalam mendukung kebutuhan pendanaan, transaction banking, dan akses pasar modal bagi pemerintah dan sektor publik, institusi keuangan, hingga korporasi besar di Indonesia. “Dengan pemahaman mendalam atas pasar Indonesia serta kapabilitas internasional Standard Chartered, kami akan terus memberikan solusi relevan bagi kebutuhan nasabah di Indonesia,” kata Donny dalam siaran pers, Sabtu (25/7/2026).
Head of Coverage, Corporate & Investment Banking Standard Chartered Indonesia Amit Verma mengatakan, kebutuhan pembiayaan berskala besar dan kompleks memerlukan akses ke berbagai sumber pendanaan, termasuk pasar modal internasional.
“Penghargaan dari Euromoney ini mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap Standard Chartered dalam mendukung kebutuhan pembiayaan yang penting dan kompleks. Kami akan terus mendukung pemerintah, BUMN, institusi keuangan, dan perusahaan-perusahaan besar Indonesia melalui solusi pembiayaan, transaction banking, serta pasar modal yang membantu mereka bertumbuh, bersaing, serta mengakses peluang yang lebih luas.”
.png)
5 hours ago
2

















































