Ramdani Bur
, Jurnalis-Sabtu, 31 Januari 2026 |02:05 WIB

NOC Indonesia dukung penuh kepemimpinan OCA di bawah Sheikh Joaan. (Foto: NOC Indonesia)
KOMITE Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menyambut positif hasil General Assembly Olympic Council of Asia (OCA) di Tashkent, Uzbekistan, yang secara aklamasi menetapkan Sheikh Joaan bin Hamad bin Khalifa Al Thani dari Qatar sebagai Presiden OCA periode 2026-2028.
Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyampaikan terpilihnya Sheikh Joaan menandai babak baru bagi OCA dan olahraga Asia secara keseluruhan. Pemilihan secara aklamasi tersebut merupakan bagian dari kesepakatan bersama negara-negara anggota OCA untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan organisasi, seiring dengan kondisi kesehatan Raja Randhir Singh, Presiden OCA sebelumnya yang tidak bisa aktif untuk memimpin roda organisasi.

“Alhamdulillah, General Assembly OCA telah selesai dan secara aklamasi memilih Presiden OCA yang baru, Sheikh Joaan dari Qatar. Selamat kepada Sheikh Joaan bin Hamad bin Khalifa Al Thani. Ini akan membawa babak baru bagi Olympic Council of Asia,” ujar Okto.
1. Indonesia Dorong Pemilihan Presiden OCA
Okto menegaskan inisiatif mendorong pemilihan kepemimpinan baru tersebut berasal dari Indonesia dan telah disuarakan dalam forum resmi OCA di Kuwait, Mei 2025. Hal ini sesuai dengan OCA Constitution Article Nomor 16 tentang Executive Board Poin 16.5.
Artikel itu berbunyi apabila terjadi kekosongan dalam jabatan Presiden OCA dan/atau apabila Presiden OCA secara tetap atau sementara berhalangan untuk melaksanakan fungsi-fungsi resminya, Wakil Presiden Pertama akan mengambil alih wewenang dan tanggung jawab Presiden untuk sisa masa jabatan tersebut hingga terpilihnya Presiden OCA yang baru dalam Sidang Umum (GA) berikutnya.
“Inisiatif untuk menyerukan pemilihan Presiden OCA yang baru datang dari Indonesia. Kami secara resmi mengajukan usulan ini dalam pertemuan OCA sebelumnya, karena kami meyakini bahwa kepastian kepemimpinan sangat penting bagi stabilitas dan pertumbuhan organisasi di masa depan. Transisi ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat tata kelola dan persatuan di Asia,” tegas Okto dalam pernyataannya.
.png)
2 hours ago
1













































