Sebulan Meluncur, Jetour T1 Bukukan 800 Pemesanan yang Didominasi Varian Hydbrid

9 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jetour Sales Indonesia mengumpulkan 800 surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk Jetour T1 dalam waktu sekitar satu bulan sejak SUV tersebut diluncurkan pada Juni 2026. Sebagian besar pemesanan berasal dari varian Intelligent Dual Mode (i-DM) yang mengusung teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Sales Director PT Jetour Sales Indonesia Michael Budihardja mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan respons positif pasar terhadap Jetour T1, baik untuk varian bermesin pembakaran internal (ICE) maupun i-DM.

"Kami sangat mengapresiasi tingginya minat masyarakat terhadap Jetour T1 sejak resmi diperkenalkan di Indonesia. Mayoritas pemesanan saat ini berasal dari varian Jetour T1 i-DM, yang menunjukkan semakin besarnya kepercayaan konsumen terhadap teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)," ujar Michael dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (14/7/2026).

Menurut dia, meningkatnya minat terhadap varian i-DM menunjukkan konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi yang tetap menawarkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh. Teknologi plug-in hybrid memungkinkan kendaraan beroperasi menggunakan tenaga listrik untuk mobilitas harian, namun tetap didukung mesin bensin ketika baterai mulai berkurang atau saat menempuh perjalanan jauh.

Jetour T1 i-DM dibekali mesin bensin ACTECO 1.5 TGDI, motor listrik, transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), serta baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh. Pabrikan mengklaim kendaraan mampu menempuh hingga 100 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan standar WLTC.

Sistem hybrid tersebut memiliki beberapa mode berkendara yang bekerja secara otomatis, mulai dari Pure EV Drive, Intelligent Hybrid, Parallel Drive, Series Drive, Direct Engine Drive, hingga Energy Recovery melalui regenerative braking.

Selain teknologi elektrifikasi, Jetour T1 juga menawarkan sejumlah fitur penunjang kenyamanan, seperti 79 titik peredam suara, kaca akustik ganda di bagian depan dan belakang, pendingin udara dua zona, mode istirahat (Nap Mode), pendingin kabin saat parkir, serta ventilasi otomatis. Khusus varian i-DM, kursi penumpang depan dilengkapi leg rest, sementara kaca kendaraan diklaim mampu menyaring hingga 99 persen sinar ultraviolet.

Perbedaan kedua varian juga terlihat pada sektor kaki-kaki. Jetour T1 ICE menggunakan pelek 18 inci dengan ban berukuran 235/65 R18, sedangkan varian i-DM memakai pelek 19 inci berbalut ban 235/60 R19 yang telah mengadopsi teknologi run flat tire.

Jetour saat ini masih menawarkan harga promosi bagi 1.000 konsumen pertama, yakni Rp388 juta untuk Jetour T1 ICE dan Rp538 juta untuk Jetour T1 i-DM (OTR Jakarta). Setelah kuota tersebut terpenuhi, harga resmi akan menjadi Rp408 juta untuk varian ICE dan Rp558 juta untuk varian i-DM.

Setiap pembelian Jetour T1 disertai garansi kendaraan dan mesin selama enam tahun tanpa batas kilometer, sementara varian i-DM memperoleh garansi baterai selama delapan tahun atau 160 ribu kilometer. Pabrikan juga memberikan gratis jasa servis dan suku cadang hingga tiga tahun atau 30 ribu kilometer.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |