Proyek Geotermal Gunung Ungaran Diprotes Warga, Luthfi: Tak Ada yang Ingin Sengsarakan Masyarakat

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengatakan, diperlukan pendekatan persuasif soal adanya penolakan rencana proyek pemanfaatan panas bumi atau geotermal di Gunung Ungaran. Kendati demikian, dia menekankan, pada prinsipnya pemerintah tidak akan menyengsarakan masyarakat.

Luthfi mengungkapkan, meski Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan izin ekplorasi dan pemanfaatan geotermal di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran kepada PT PLN (Persero), pelaksanaan proyeknya masih membutuhkan beberapa izin tambahan.

“Jadi masih berproses. Artinya meskipun dari Kementerian ESDM telah memberikan izin kepada PLN, masih banyak yang belum dipenuhi. Contoh, ada izin AMDAL-nya, ada sosialisasi kepada masyarakat, banyak yang harus kita lalui,” ucapnya ketika diwawancara di Kantor Pemprov Jateng, Kota Semarang, Selasa (8/9/2026).

“Tapi prinsip bahwa tidak ada pemerintah kita yang menyengsarakan masyarakat,” tambah Luthfi.

Kendati demikian, dia menilai, perlu pendekatan persuasif dari pejabat publik terkait adanya penolakan sejumlah masyarakat terhadap proyek geotermal Gunung Ungaran. “Ranahnya kabupaten/kota yang melakukan sosialisasi dengan PLN. Kita akan back-up,” kata Luthfi.

Menurut Luthfi, Pemprov Jateng akan terlibat dalam proses penjembatanan tersebut. “Nanti Dinas ESDM kita yang akan turun ke sana,” ujarnya.

Rencana proyek geotermal di Gunung Ungaran telah menuai penolakan dari sejumlah pihak. Luas lahan yang bakal dieksplorasi dalam proyek tersebut mencapai hampir 30 ribu hektare dan titik pengobaran dapat menembus hingga kedalaman 2.000-an meter.

Lebih dari 8.800 orang telah menandatangani petisi tentang penolakan proyek geotermal di Gunung Ungaran di situs web change.org. Petisi tersebut diluncurkan Heru P pada 27 Agustus 2026. Berdasarkan pantauan Republika pada Selasa (8/9/2026), petisi itu telah ditandatangani 8.855 warga. Dalam petisinya, Heru mengaku sebagai warga yang peduli pada lingkungan, sumber air, dan masa depan Gunung Ungaran.

Heru mengungkapkan, bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya, Gunung Ungaran bukan hanya sekadar gunung. “Gunung Ungaran adalah sumber kehidupan. Airnya dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, dan kehidupan masyarakat yang berada di lereng hingga wilayah sekitarnya. Karena itu, kami menolak rencana kegiatan pengeboran panas bumi di Gunung Ungaran,” kata Heru.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |