REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Seorang pengajar keturunan China-Kanada yang dijuluki 'Nostradamus China' viral kembali setelah mengingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) bisa menuju kehancuran, dan bahkan mengalami perang saudara pada 2027. Jiang Xueqin, seorang guru dan komentator geopolitik yang dikenal lewat kanal Youtube, Predictive History terkenal lantaran prediksi-prediksinya yang sering tepat.
Prof Jiang begitu ia kerap disapa, pernah secara benar memprediksi Donald Trump akan memenangi Pilpres AS pada 2024 dan kemudian melancarkan perang dengan Iran bersama Israel. Belakangan, Jiang mengeklaim tahap konflik selanjutnya akan lebih kelam.
Berbicara dalam siniar Jack Neel dilansir Daily Star, Senin (7/9/2026), Jiang meyakini bahwa efek berantai dimulai dari eskalasi perang di Iran, merembet ke krisis ekonomi, penangkapan warga sipil, dan meluasnya demonstrasi di AS.
"Semua bahan-bahan untuk terjadinya perang saudara sudah tersedia. Ketidakpuasan secara nasional dan kerusuhan dan protes dan pemberontakan. Ekonomi global bisa runtuh pada 2027," kata Jiang yang menyebut itu semua adalah akibat dari "Jebakan Iran".
Jiang berargumen bahwa, AS tidak mampu mengakhiri konflik dengan Iran secaar cepat, dengan mengeklaim kondisi geografis Iran yang terdiri dari pegunungan dan populasi yang besar memaksa AS untuk melancarkan operasi serangan darat berskala besar, dan menyeret pada sebuah perang gesekan panjang. Dalam pandangannya, itu berarti perang akan berlangsung bertahun-tahun, kemungkinan malah satu dekade, yang berakhir pada kekalahan AS.
Agar perang bisa tetap berlangsung, Jiang memprediksi Washington akan memaksa sebuah perekrutan paksa wajib militer. Pada 2027, menurutnya, AS akan mengesahkan draf legislasi sebagai dasar perekrutan nasional anggota militer.
"Saya pikir mereka akan mengerahkan Garda Nasional di kota-kota besar Amerika karena mereka bersiap atas keruntuhan ekonomi, bersiap untuk kejatuhan finansial, dan bersiap untuk perekrutan nasional. Mereka akan membutuhkan penegakan hukum dan Garda Nasional akan ada di Los Angeles, Boston, dan Chicago di mana perlawanan akan sangat kuat di kota -kota itu."
Pada 2027, Jiang juga mengatakan, AS bisa "membalkanisasi"; pecah menjadi faksi-faksi kecil, tidak lewat dua angkatan bersenjata formal yang saling bertarung dalam perang saudara tradisional, tapi lewat para pemberontak lokal, kekerasan politik, dan aksi massa di tengah terjadinya kehancuran ekonomi global. Jiang juga menyoroti Selat Hormuz yang ia prediksikan, "Dan anda juga secara mendasarkan mengalami kahancuran ekonomi global karena Iran menutup Selat Hormuz."
"Jadi semua ini sangat menjadi isu-isu yang menekan saat ini, bukan?". Melihat ke depan, Jiang memperkirakan Trump akan mencoba upaya menyelamatkan kepemimpinan dengan kembali menjadi Presiden AS untuk periode ketiga, dan AS menjelma menjadi apa yang ia sebut sebagai sebuah "teokrasi Kristen AI" yang berpusat di Austin, Texas.
.png)
6 hours ago
4














































