Potensi Ekonomi Sirkular, Limbah Industri Disulap Jadi Barang Bernilai

10 hours ago 4

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 01 Juli 2026 |15:36 WIB

Potensi Ekonomi Sirkular, Limbah Industri Disulap Jadi Barang Bernilai

Ekonomi sirkular dinilai menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Peruri)

JAKARTA – Ekonomi sirkular dinilai menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, terutama melalui inovasi pengelolaan limbah produksi agar memiliki nilai guna kembali.

Salah satu pendekatan yang mulai diterapkan adalah pengolahan limbah industri yang sebelumnya tidak termanfaatkan menjadi produk baru yang dapat digunakan kembali, sekaligus menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Upaya ini juga sejalan dengan prinsip efisiensi sumber daya dan pengurangan dampak lingkungan dalam aktivitas industri.

Sejumlah inisiatif pengelolaan limbah industri mencakup pemanfaatan kembali limbah kertas berharga (security waste) yang diproses melalui tahapan penghancuran dan pembakaran menggunakan insinerator. Abu hasil pembakaran kemudian diolah kembali dengan material lain hingga menjadi produk seperti paving block.

Selain limbah kertas, pengelolaan limbah tekstil dari pakaian kerja juga menjadi perhatian melalui proses daur ulang menjadi produk baru yang dapat dimanfaatkan kembali. Langkah ini turut membuka peluang pemanfaatan kembali material yang sebelumnya tidak terpakai serta mendorong keterlibatan pelaku usaha kecil dan menengah dalam rantai pengolahan.

“Ini merupakan wujud nyata bahwa keberlanjutan dapat dicapai melalui langkah konkret. Mulai dari pengelolaan limbah produksi secara bijaksana, pemanfaatan kembali material, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami percaya, inovasi berkelanjutan tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujar Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, Rabu (1/7/2026). 

Selain pengelolaan limbah, berbagai upaya efisiensi energi dan pengurangan emisi juga terus dilakukan, antara lain melalui penggunaan lampu hemat energi, pemanfaatan kendaraan listrik, serta pengembangan energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap.

Berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang semakin banyak diadopsi oleh sektor industri. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan operasional sekaligus mendukung agenda transisi menuju ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |