Polisi Hanya Selidiki Kecelakaan Taksi Hijau dengan KRL di Bekasi

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dirlantas Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menyampaikan otoritasnya hanya mengusut kecelakaan yang melibatkan salah satu taksi Green SM Indonesia dengan KRL Cikarang arah Jakarta. Sedangkan kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek menjadi wewenang Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Komarudin menjelaskan, pihak kepolisian mendalami kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang saja. Komarudin mengakui kejadian itu jadi pemicu kecelakaan kereta.

"Kalau kita fokus dengan kendaraan di perlintasan sebidang ya. Kalau itu mungkin dari KNKT, ya nanti yang akan turun untuk masalah kereta api. Kita fokus di perlintasan sebidang, kejadian awal terjadinya kecelakaan antara kereta dengan taksi," kata Komarudin kepada wartawan, Kamis (30/4/2026). 

Untuk kejadian tersebut, Komarudin menyebut sudah menurunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Korlantas dan Direktorat Penegakan Hukum Polri. Tim ini masih melakukan pendalaman unsur kelalaian yang menjadi penyebab dari kecelakaan. 

"Ya bisa jadi human error, bisa jadi faktor jalan, bisa jadi faktor kendaraan. Ini masih dalam kajian ataupun penelitian dari tim TAA," ujar Komarudin.

Polisi hingga saat ini belum mau menyebut adanya unsur kelalaian baik dari sopir taksi Green SM atau pihak PT KAI. Sebab proses pemeriksaan masih bergulir sampai dengan sore ini.

"Nah, ini yang kami lihat, mulai dari cuaca saat itu seperti apa, jalannya bagaimana, kendaraannya seperti apa, terus ada nggak unsur kelalaian dari pengendaranya, itu masih dalam kajian ataupun penelitian kita," ujar Komarudin.

Polisi diketahui melakukan serangkaian memeriksa guna menggali penyebab kecelakaan kereta di Bekasi. Seorang sopir taxi Green SM yang mogok di Stasiun Bekasi Timur menjadi salah satu yang diperiksa.

Taksi itu diduga memantik kecelakaan itu usai mogok di perlintasan kereta hingga tertemper oleh KRL. Walau demikian, polisi belum merinci hasil pemeriksaan tersebut. Polda Metro Jaya terus mengusut kasus kecelakaan tersebut dengan menggali keterangan petugas KAI, termasuk masinis, petugas stasiun, polsuska dari PT KAI.

Sebelumnya, taksi online, KRL, dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek terlibat kecelakaan ini. Dari data sampai dengan 29 April 2026, total korban di angka 106 orang dimana 90 orang menderita luka-luka. Adapun 16 penumpang lainnya kehilangan nyawa. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |