Cikal Bintang
, Jurnalis-Jum'at, 03 April 2026 |01:43 WIB

Koordinasi di lini pertahanan Persebaya Surabaya jadi perhatian pelatih Bernardo Tavares jelang pekan ke-26 Super League 2025-2026 (Foto: iLeague)
SURABAYA – Koordinasi di lini pertahanan Persebaya Surabaya jadi perhatian pelatih Bernardo Tavares jelang pekan ke-26 Super League 2025-2026. Ia fokus membenahi kekurangan tersebut jelang menghadapi Persita Tangerang.
Persebaya akan bersua dengan Persita dalam lanjutan Super League 2025-2026. Pertandingan itu akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 4 April 2026.
1. Tidak Seimbang

Sejak menjalani debut bersama Persebaya pada 10 Januari, Tavares mencatatkan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Catatan tersebut menunjukkan performa yang cukup kompetitif, meski masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah di berbagai sektor.
Dari sisi produktivitas, lini depan Persebaya sebenarnya tampil cukup tajam dengan koleksi 15 gol. Namun, ketajaman tersebut belum diimbangi dengan kekuatan lini belakang yang mampu menjaga konsistensi permainan tim.
Dalam periode yang sama, gawang Persebaya juga telah kebobolan 15 gol. Kondisi ini memperlihatkan keseimbangan antara menyerang dan bertahan belum berjalan optimal di dalam tim.
Puncak masalah terlihat saat Persebaya takluk dengan skor telak 1-5 dari Borneo FC Samarinda pada 7 Maret 2026. Kekalahan itu menjadi sorotan karena memperlihatkan rapuhnya koordinasi lini belakang, terutama dalam mengantisipasi serangan lawan.
"Target kami adalah memperbaiki kesalahan pada pertandingan terakhir. Kami memerlukan pemain yang memiliki keseimbangan defensif mumpuni agar tidak mengalami kerugian lagi karena penempatan diri pemain sebelumnya tidak begitu bagus," ujar Tavares, dikutip dari laman resmi iLeague, Jumat (3/4/2026).
.png)
3 hours ago
2

















































