Periksa urine disarankan bantu deteksi dini peradangan ginjal.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB Pernefri), Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, menyarankan agar generasi muda rutin melakukan pemeriksaan urine. Dalam temu media di Jakarta, Rabu (11/3), ia menekankan pentingnya langkah ini untuk mendeteksi dini peradangan ginjal atau glomerulonefritis yang sering tidak menunjukkan gejala.
Menurut Pringgodigdo, radang ginjal adalah penyakit yang kerap menyerang usia muda dan sering kali tidak disadari karena gejalanya tidak muncul di awal. Pemeriksaan urine dapat mendeteksi penyakit ini melalui keberadaan sel darah merah (eritrosit) atau albumin yang biasanya tidak terdapat dalam urine. Salah satu tanda yang sering diabaikan adalah urine berbusa yang menunjukkan kebocoran albumin dalam kadar tinggi.
“Kalau urine sudah berbusa atau berwarna, itu menandakan kadar kebocoran yang tinggi, biasanya berwarna kemerahan karena ada darah,” jelas Pringgodigdo. Ia juga menekankan bahwa darah tersebut bisa berasal dari ginjal atau salurannya, yang diakibatkan oleh peradangan.
Pentingnya Gaya Hidup Sehat
Pringgodigdo menegaskan bahwa gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin adalah kunci mencegah penyakit ginjal. Ia merekomendasikan setidaknya satu kali pemeriksaan urine setiap tahun meskipun tidak ada gejala.
Ia juga mengingatkan generasi muda untuk memperhatikan pola makan, menghindari konsumsi makanan manis yang tinggi kalori yang dapat memicu obesitas dan diabetes, serta makanan instan tinggi garam yang dapat menyebabkan hipertensi. “Itu harus dihindari,” ujarnya. Selain itu, gaya hidup sedentary atau kurang aktivitas fisik juga meningkatkan risiko penyakit ginjal.
“Sekarang ke mana-mana yang deket harus naik motor padahal bisa jalan kaki. Jalan itu kan membantu membakar kalori,” imbuhnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
2 hours ago
1
















































