Hambali
, Jurnalis-Selasa, 30 Juni 2026 |12:44 WIB

Ilustrasi Sekolah/okezone
TANGSEL- Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami kekurangan tenaga guru pada sekolah negeri. Akibatnya, pegawai bagian Tata Usaha (TU) hingga guru BK (Bimbingan dan Konseling) ikut merangkap tugas mengajar di kelas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni menerangkan, jumlah tenaga pengajar belum memadai dengan sebaran sekolah yang ada.
Penyebab kekurangan tenaga pengajar itu antara lain karena banyak yang sudah mulai pensiun bahkan ada pula yang meninggal dunia hingga memicu kekosongan guru di sekolah.
"Jumlahnya belum ideal lah dengan kebutuhan, apalagi dengan rencana penambahan beberapa sekolah (negeri). Kita butuh tambahan guru,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Kondisi itu tak lepas dari penerapan kebijakan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Di mana, setiap instansi pusat-daerah tak boleh lagi merekrut pegawai baru Non-ASN.
"Sampai saat ini karena belum ada kebijakan dari pusat ya, kan kita tidak boleh menerima guru-guru di luar yang ASN ya. Jadi kita memberdayakan guru yang ada saja," jelasnya.
Meski begitu, Deden memastikan tiap sekolah tetap harus maksimal mengisi semua materi pelajaran di kelas hingga ada kebijakan baru dari pusat.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
.png)
12 hours ago
5

















































