BRI Insurance meraih MAIKA Award 2026 berkat penerapan manajemen risiko.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penguatan manajemen risiko semakin menjadi fokus utama industri asuransi nasional di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan ketidakpastian ekonomi global. Pendekatan berbasis pemodelan risiko dinilai krusial untuk menjaga ketahanan perusahaan sekaligus memastikan perlindungan optimal bagi masyarakat.
Isu tersebut mengemuka dalam rangkaian MAIPARK Award 2026 yang mempertemukan pelaku industri asuransi nasional untuk membahas strategi pengelolaan risiko dan penguatan kapasitas industri. Dalam ajang tersebut, BRI Insurance turut menerima penghargaan kategori Best General Insurer for Equity Category Above Rp2 Trillion.
Penghargaan diserahkan di Jakarta, Kamis (7/5/2026), dan diterima langsung Direktur Utama BRI Insurance Budi Legowo. Pengakuan tersebut mencerminkan kinerja perusahaan dalam menjaga kualitas bisnis sekaligus memperkuat sistem manajemen risiko sebagai fondasi keberlanjutan industri asuransi.
Budi Legowo mengatakan, penghargaan ini menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas perlindungan dan memperkuat ketahanan menghadapi berbagai risiko.
“Menjadi penerima pengharagaan Perusahaan asuransi dengan kategori sebagai Best General Insurer for Equity Category Above Rp2 Trillion, membuat BRI Insurance semakin memperkuat kualitas kinerjanya, sehingga tetap mampu mempertahankan kinerja terbaiknya dan juga turut berkontribusi dalam memberikan perlindungan jika terjadi hal yang tak terduga seperti gempa bumi, kecelakaan, dan segala risiko lainnya yang dapat terjadi dimana dan kapan saja,” kata Budi dalam siaran pers, Senin (11/5/2026).
Dalam rangkaian kegiatan juga digelar pemaparan bertajuk “MAIPARK Catastrophe Modelling to Determine Underlying Retention for Insurer and Reinsurer” yang menyoroti pentingnya pemodelan risiko bencana untuk menentukan kapasitas retensi perusahaan asuransi dan reasuransi.
Pendekatan berbasis data dan analisis risiko dinilai semakin penting seiring meningkatnya frekuensi bencana serta kompleksitas risiko modern.
Melalui penghargaan tersebut, kata Budi, BRI Insurance akan terus memperkuat manajemen risiko dan menyediakan perlindungan yang adaptif bagi masyarakat.
Terkait kinerja, BRI Insurance mencatat kinerja positif hingga akhir kuartal III 2025 dengan membukukan premi bruto sebesar Rp3,12 triliun dan laba bersihRp467 miliar. Di tengah dinamika ekonomi dan penerapan regulasi akuntansi baru, perseroan tetap mampu menjaga profit margin sebesar 15 persen dan hasil underwriting 31,23 persen. termasuk profit margin, loss ratio, underwriting yield, return on equity (ROE), dan combined ratio, tercatat berada di atas rata-rata industri. Hal ini menegaskan kualitas kinerja serta tata kelola risiko yang konsisten.
.png)
3 hours ago
4















































