Ma'ruf Amin Desak Gencatan Senjata Arab Saudi-Houthi, Usulkan Solusi Jembatan Dialog 4 Pilar

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman yang meluas hingga kawasan strategis Bab el-Mandeb, menjadi perhatian serius Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin. Ketegangan yang ditandai dengan aksi saling serang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan kawasan sekaligus mengancam rantai perdagangan global.

Melalui Juru Bicaranya, Masduki Baidlowi, Kiai Ma’ruf Amin mengungkapkan rasa prihatin atas konflik yang terus berlarut. Dia menegaskan pertikaian sesama negara dan bangsa Muslim tidak hanya merugikan pihak-pihak yang terlibat, tetapi juga membawa dampak sistemik yang luas terhadap stabilitas ekonomi, politik, dan psikologis dunia Islam, termasuk Indonesia.

"Kiai Ma’ruf Amin sangat sedih melihat kondisi mutakhir ini. Beliau mengetuk hati nurani para pemimpin di Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman untuk segera menghentikan angkat senjata. Sebagai sesama Muslim, darah dan kehormatan adalah hal yang suci. Sudah saatnya senjata diturunkan dan meja dialog digelar secara konstruktif," ujar Masduki Baidlowi.

Sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi pemikiran dari Indonesia, Kiai Ma’ruf Amin menawarkan 'Jembatan Dialog empat Pilar' sebagai jalan tengah (jalan moderasi/watsathiyah) untuk mengatasi konflik tersebut.

Pertama, Ma'ruf Amin mengajak untuk gencatan senjata kemanusiaan sesegera mungkin. Dia menyerukan agar seluruh operasi militer kedua belah pihak serta serangan di Bab el-Mandeb dan wilayah sekitarnya dihentikan. Jeda ini sangat krusial untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih parah dan mengamankan jalur perdagangan internasional yang berdampak pada ekonomi global, termasuk pasokan energi ke negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Kedua, Ma'ruf Amin mengajak pengaktifan kembali poros dialog internal umat. Ma'ruf mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama tokoh-tokoh ulama dunia untuk bertindak sebagai mediator yang netral. Konflik ini harus diselesaikan dengan semangat persaudaraan Islam, bukan dengan intervensi kepentingan asing yang justru memperkeruh suasana.

Ketiga, Ma'ruf Amin mengajak rekonsiliasi berbasis inklusivitas politik mendorong kelompok Houthi dan Arab Saudi untuk duduk bersama guna menyepakati peta jalan (roadmap) tata kelola keamanan kawasan dengan saling menghormati kedaulatan.

"Yaman yang stabil dan berdaulat adalah kunci keamanan bagi Arab Saudi, begitu pula sebaliknya," ujar dia.

Keempat, Ma'ruf Amin mendorong adanya jaminan keamanan jalur logistik internasional dan menyepakati zona bebas konflik di Selat Bab al-Mandeb demi kemaslahatan umat manusia. Terganggunya jalur ini memicu inflasi global yang mencekik masyarakat kecil di berbagai belahan dunia Islam.

Kiai Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, selalu siap mendukung setiap upaya perdamaian kedua negara.

“Perang tidak pernah melahirkan pemenang sejati, yang ada hanyalah kehancuran bagi generasi masa depan umat. Mari kita sudahi pertikaian ini dan bangun kembali jembatan dialog yang bermartabat," kata Masduki menyampaikan pesan Kiai Ma’ruf Amin.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |