Lapor Prabowo, Luhut Prediksi Iran Tak Akan Lama Tutup Selat Hormuz 

9 hours ago 4

Luhut Pandjaitan mengikuti Sidang Kabinet dengan Presiden Prabowo Subianto membahas perkembangan konflik di Timur Tengah.

 iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

Luhut Pandjaitan mengikuti Sidang Kabinet dengan Presiden Prabowo Subianto membahas perkembangan konflik di Timur Tengah. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

IDXChannel - Ketua Dewan Energi Nasional (DEN), Luhut Pandjaitan mengikuti Sidang Kabinet dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas perkembangan dan dampak perang antara AS-Israel dan Iran. Konflik tersebut membuat Iran menutup Selat Hormuz yang selama ini dilewati 20 persen suplai minyak global.

Luhut mengatakan, Iran tidak akan menutup Selat Hormuz secara berkepanjangan. Pasalnya, selat tersebut selama ini menjadi sumber pendapatan negaranya.

"Tapi sekali lagi seperti kami laporkan tadi, Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive (bertahan). Jadi Hormuz itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya," ujarnya usai Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Luhut mengakui, penutupan Selat Hormuz berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia. Bahkan bagi Indonesia, kondisi ini mengancam APBN karena subsidi energi akan membengkak.

Mantan Dubes RI untuk Singapura itu menuturkan, perang AS-Israel dan Iran saat ini dalam skala penuh. Hal ini langsung membuat harga minyak mentah bergerak di kisaran USD80-USD100 per barel. Padahal, minyak biasanya bergerak dalam rentang USD60-USD70 per barel dengan asumsi dalam APBN sebesar USD70 per barel.

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |