Konsumsi LPG dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
Konsumsi LPG Tinggi tapi Produksi Stagnan, RI Harus Impor 6,9 Juta Ton (Foto: IDX Channel)
IDXChannel - Konsumsi LPG dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Di sisi lain, tingkat produksi LPG di dalam negeri tidak mengalami pertumbuhan signifikan.
Kondisi ini menyebabkan laju impor LPG cenderung bertambah setiap tahunnya. Jika terus berlanjut, kondisi ini dipastikan menyebabkan beban fiskal yang kian meningkat karena mayoritas LPG yang ada di pasaran mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total belanja subsidi pemerintah selama empat tahun terakhir telah meningkat dari Rp242,1 triliun pada 2021 menjadi Rp307,9 triliun dalam APBN 2025.
Peningkatan tersebut utamanya dipengaruhi oleh kebutuhan subsidi energi, yang pada periode tersebut meningkat dari Rp140,4 triliun menjadi Rp203,4 triliun.
Adapun berdasarkan komoditasnya, subsidi LPG 3 Kg tercatat memiliki porsi terbesar yaitu sekitar 42-45 persen dari total subsidi energi. Alokasi subsidi untuk LPG 3 Kg juga tercatat meningkat dari Rp67,6 triliun pada 2021 menjadi Rp87 triliun pada APBN 2025.