Kisah Rahasia Kehebatan Pebulu Tangkis Mohammad Ahsan, Tak Gengsi Berguru pada Junior!
NAMA Mohammad Ahsan tak dapat dipungkiri merupakan legenda ganda putra Indonesia. Bersama Hendra Setiawan, pria yang akrab disapa Babah ini telah mengoleksi puluhan gelar bergengsi di kancah internasional. Namun, di balik kegemilangannya, ada kerendahan hati untuk terus belajar, bahkan dari juniornya sendiri.
1. Strategi Mencuri Ilmu demi Melawan Usia
Menjadi pemain senior di tengah kepungan atlet-atlet muda yang lebih energetik menuntut Ahsan untuk berpikir cerdik. Ia menyadari secara fisik, sudah tidak banyak ruang untuk peningkatan di usianya yang matang.
Karena itu, Ahsan memilih untuk memperbarui ilmu permainannya agar tidak ketinggalan zaman. Ahsan mengaku sering mengamati gaya main para junior, bahkan pemain dari sektor ganda campuran, untuk mengambil teknik yang bisa ia terapkan.
Baginya, ilmu bisa datang dari siapa saja tanpa memandang usia. Filosofi ini diperkuat oleh kekagumannya pada sosok Tony Gunawan, idolanya sejak junior.
Dari Tony, Ahsan belajar bahwa seorang pemain hebat harus fleksibel dan mampu berpasangan dengan siapa pun, sebuah kualitas yang terbukti membawanya tetap kompetitif di level tertinggi selama bertahun-tahun.
Mohammad Ahsan/Hendra setiawan. PBSI
“Dari dulu, semenjak saya junior, saya selalu senang melihat Koh Tony (Gunawan) karena dia bisa berpasangan dengan siapa saja. Mungkin itu salah satu motivasi bahwa jadi atlet harus bisa berpasangan dengan siapa saja,” ungkap Ahsan, seperti yang dikutip dalam sesi live Instagram PBSI, Selasa (27/1/2026).
“Kalau dari segi permainan saya lihat semua, dari senior maupun junior. Enggak ada salahnya mengambil ilmu dari semua orang,” tambahnya.
.png)
1 day ago
5














































