Kisah Fatin, Mahasiswi Malaysia yang Menimba Ilmu di UM Bandung

6 days ago 24

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Fatin Nur Aisyah Binti Ahmad Azfian memilih meninggalkan kampung halamannya di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menempuh pendidikan di Indonesia. Keputusan itu mengantarkannya menjadi mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sekaligus membuka pengalaman baru di lingkungan yang berbeda.

Perjalanan Fatin menuju UM Bandung bermula dari rekomendasi lembaga pemberi beasiswa yang membiayai studinya. Sebelum menentukan pilihan, ia juga aktif mencari informasi tentang kampus melalui media sosial dan mengunjungi sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

"Saya tahu UM Bandung dari pihak pemberi beasiswa. Selain itu, saya juga sering melihat informasi tentang UM Bandung di media sosial karena kampus ini sangat aktif," ujar Fatin usai mengikuti ujian akhir semester di Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jumat (31/7/2026).

Pada 2025, Fatin sebenarnya memiliki kesempatan memilih berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Namun, setelah mempertimbangkan sejumlah pilihan dan menyesuaikannya dengan rekomendasi pemberi beasiswa, ia akhirnya memutuskan melanjutkan studi di UM Bandung.

Pemilihan Program Studi PAI juga bukan tanpa alasan. Beasiswa yang diterimanya memang diperuntukkan bagi bidang pendidikan, sementara latar belakang pendidikannya di bidang agama dan ekonomi membuat program tersebut dinilai paling sesuai dengan minat serta rencana kariernya.

Selama menjalani perkuliahan, Fatin mengaku merasa nyaman dengan suasana akademik yang ditemuinya. Ia menilai dosen yang terbuka serta lingkungan pertemanan yang positif menjadi salah satu faktor yang membuat proses belajarnya berjalan menyenangkan.

"Alhamdulillah, saya merasa nyaman kuliah di Prodi PAI. Dosen-dosennya baik, teman-temannya juga memberikan vibe yang positif. Suasananya jauh berbeda dibandingkan dengan ketika masih menjalani tahun persiapan bersama pada semester pertama," katanya.

Di luar perkuliahan, Fatin rutin mengikuti berbagai program pengembangan diri yang diselenggarakan oleh lembaga pemberi beasiswanya. Kegiatan tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pembentukan karakter sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |