Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat meresmikan secara simbolis pabrik pemurnian logam mulia atau Precious Metal Refinery (PMR) milik PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Senin (17/3/2025). Pabrik pemurnian logam mulia dengan nilai investasi Rp10 triliun itu dapat mengolah lumpur anoda menjadi 50 ton emas dan 210 ton perak batangan per tahun yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kemandirian nasional serta memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu produsen emas terbesar di dunia.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik terus mencatat pertumbuhan investasi di tengah ketidakpastian global yang dipicu tensi geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia. Hingga triwulan I 2026, investasi kumulatif di kawasan tersebut telah mencapai Rp113,4 triliun dan menyerap 45.860 tenaga kerja.
Capaian tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mempercepat proses perluasan KEK Gresik guna mengakomodasi masuknya investasi baru. Rencana perluasan kawasan dibahas dalam rapat koordinasi terkait Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) yang digelar di Gresik, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026).
Sekretaris Dewan Nasional KEK yang juga Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan tingginya realisasi investasi menunjukkan kepercayaan investor terhadap Indonesia masih terjaga.
“Di tengah ketidakpastian global akibat kondisi geopolitik dan konflik di berbagai kawasan, realisasi investasi di Indonesia masih terus mengalami peningkatan, termasuk investasi asing di kawasan ekonomi khusus,” ujar Susiwijono dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
Sejak ditetapkan sebagai KEK melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021, kawasan tersebut berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Dari total investasi Rp113,4 triliun, sekitar Rp108,2 triliun merupakan investasi yang masuk setelah kawasan itu memperoleh status KEK.
Peningkatan investasi tersebut turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Dari total 45.860 pekerja yang terserap, lebih dari 44 ribu orang merupakan tenaga kerja yang direkrut setelah KEK Gresik resmi beroperasi.
Menurut Susiwijono, kebutuhan perluasan kawasan mencerminkan tingginya minat investor untuk mengembangkan usaha di KEK Gresik. Karena itu, pemerintah berupaya mempercepat proses perizinan dan penyelesaian tata ruang agar peluang investasi yang ada dapat segera direalisasikan.
“Pemerintah mendukung penuh perluasan KEK Gresik agar potensi investasi yang ada dapat segera dikonversi menjadi aktivitas ekonomi dan lapangan kerja,” katanya.
Selain memperluas kawasan industri dan logistik, pengembangan KEK Gresik juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri terintegrasi dan mendukung pengembangan energi hijau. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat meningkatkan daya saing kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
.png)
1 hour ago
3















































