Jembatan Gantung Maslahat Permudah Akses Ribuan Warga

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Penantian warga dua desa di Kabupaten Tasikmalaya akan infrastruktur jembatan baru di desa mereka akhirnya terjawab sudah. Aktivitas penyeberangan yang biasa dilakukan dengan rakit dan jembatan bambu sederhana kini telah digantikan dengan hadirnya jembatan kokoh yang menghubungkan kedua desa tersebut.

Sinergi Foundation bersama BSI Maslahat dan Perum Perhutani resmi menyerahkan Jembatan Gantung Maslahat yang menghubungkan Desa Sukamenak, Kecamatan Sukarame dengan Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).

Kehadiran jembatan ini menjadi solusi atas kebutuhan akses masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan sarana penyeberangan yang aman dan layak.

Bagi masyarakat sekitar, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur penghubung, melainkan urat nadi aktivitas sehari-hari.

Sebelum adanya jembatan yang kokoh, warga harus melewati berbagai fase penyeberangan, mulai dari menggunakan rakit, jembatan bambu yang sempat putus, hingga jembatan papan yang kondisinya terus menurun seiring waktu. Tidak sedikit pengguna yang mengalami kecelakaan saat melintas.

Iwan Setiawan, perwakilan masyarakat, mengungkapkan keberadaan jembatan baru disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan oleh warga. Tak hanya menghadirkan rasa aman, jembatan ini juga mengubah mobilitas warga secara signifikan.

Waktu tempuh yang sebelumnya mencapai sekitar 1,5 jam kini cukup ditempuh dalam 15 menit saja. Akses menuju Kota Tasikmalaya menjadi lebih cepat dan mudah bagi sekitar 1.000 pejalan kaki serta pengendara motor yang melintasinya setiap hari.

Menurutnya, akses yang lebih mudah akan memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar, hasil pertanian dan usaha rumahan lebih mudah dipasarkan, sementara akses pendidikan bagi pelajar dari tingkat SD hingga SMA juga semakin terbantu. Selain itu, warga yang membutuhkan layanan kesehatan kini dapat menjangkau fasilitas kesehatan dengan lebih cepat.

Jembatan gantung tersebut dibangun selama 31 hari, mulai 13 Maret hingga 14 April 2026. Dengan usia konstruksi yang diperkirakan mencapai 30 hingga 35 tahun, jembatan ini dirancang untuk dilalui maksimal 10 orang atau satu kendaraan roda dua secara bergantian demi menjaga keamanan dan ketahanannya.

Senior Partnership Sinergi Foundation, Hadi Supriyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pembangunan jembatan, mulai dari BSI Maslahat, Perhutani, para donatur, hingga masyarakat yang bergotong royong sejak tahap perencanaan, pembangunan pondasi, pemasangan sling, hingga peresmian.

“Jembatan ini hasil kolaborasi banyak pihak yang memiliki harapan yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semoga keberadaannya dapat menjadi jalan bagi meningkatnya perekonomian, memudahkan akses pendidikan, mempercepat layanan kesehatan, serta mendukung berbagai aspek kehidupan warga lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perum Perhutani KPH Tasikmalaya, Danu Prasetyo, berharap jembatan tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia juga membuka peluang kolaborasi lanjutan bersama Sinergi Foundation untuk menghadirkan pembangunan jembatan serupa di wilayah-wilayah pelosok yang membutuhkan akses penghubung yang lebih layak.

Melalui hadirnya Jembatan Gantung Maslahat, kolaborasi antara Sinergi Foundation, BSI Maslahat, Perhutani, dan masyarakat menjadi bukti bahwa gotong royong mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Tidak hanya menghubungkan dua wilayah, jembatan ini juga menghubungkan harapan warga menuju kehidupan yang lebih aman, mudah, dan sejahtera.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |