KOLAKA UTARA, iNews.id - Jembatan penyeberangan antardusun sepanjang kurang lebih 25 meter ambruk di Desa Pasampang, Kecamatan Pakue Tengah, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa malam (1/4/2026). Akibatnya, 115 kepala keluarga (KK) terisolasi dan sarana air bersih ke tiga desa pun terputus.
Jembatan ambruk ini disebabkan terjangan arus sungai yang meluap sekitar pukul 20.30 WITA. Satu keluarga yang bermukim di bantaran sungai dilaporkan sempat terjebak arus namun berhasil menyelamatkan diri.

Baca Juga
Jembatan Amblas, Akses Mudik Lebaran di Seram Bagian Barat Maluku Terputus
Kades Pasampang Haerul Akbar mengatakan, derasnya luapan sungai tersebut baru terjadi pertama kali. Warga yang terisolasi di dusun setempat telah diinformasikan agar tidak keluar wilayah saat ini karena aksesnya telah terputus.
"Kami panik saat sungai meluap karena terdapat keluarga yang tinggal dekat sungai yakni ibu dan dua anak yang masih kecil. Mereka sempat terjebak dan kami tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi alhamdulillah ternyata selamat dan hanya rumahnya yang rusak," ujarnya, Rabu (2/4/2025).

Baca Juga
Jembatan Rusak Akibat Ponton Batu Bara, Warga Banyuasin Tuntut Perusahaan Tanggung Jawab
Selain jembatan, akses sarana air bersih yang mengalir ke tiga desa yakni Powalaa, Labipi dan Pasampang juga terputus. Masyarakat khususnya di Desa Pasampang kesulitan air bersih dan butuh tindakan perbaikan secepatnya.
"Akses air bersih kami saat ini lumpuh. Kalaupun harus diperbaiki butuh sekitar sepekan baru kembali normal karena pipa-pipanya juga hanyut. Jadi saya harap pemerintah segera lakukan perbaikan secepatnya karena ini kebutuhan mendesak," katanya.

Baca Juga
Ponton Batu Bara Nyangkut di Jembatan Air Bentayan Bikin Warga Emosi
Haerul bilang, jembatan tersebut selama ini diakses hampir 80 persen warganya dari luar Dusun 5 setiap hari menuju lahan perkebunan mereka. Jika tidak segera ditanggapi dan dibangun ulang, bakal berdampak pada perekonomian warga desa.
Editor: Donald Karouw