Jaga Pasokan Domestik, RI Buka Peluang Impor Minyak dari Brunei

14 hours ago 5

Brunei memiliki kapasitas produksi minyak yang mencapai sekitar 100 ribu hingga 110 ribu barel per hari.

 iNews Media Group.

Jaga Pasokan Domestik, RI Buka Peluang Impor Minyak dari Brunei. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Indonesia menjajaki potensi diversifikasi pasokan minyak dari Brunei Darussalam. Dengan kapasitas produksi minyak Brunei yang mencapai sekitar 100 ribu hingga 110 ribu barel per hari, Indonesia membuka peluang penjajakan impor minyak bumi dari negara tersebut untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

"Penjajakan impor minyak bumi dari Brunei menjadi salah satu opsi strategis yang kita dorong, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan energi nasional tetap dalam kondisi aman," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam pertemuan bilateral strategis dengan Deputy Minister (Energy) at the Prime Minister's Office Brunei Darussalam, Dato Seri Paduka Awang Haji Mohamad Azmi Bin Haji Mohd Hanifah di Tokyo, Minggu (16/3/2026) waktu setempat.

Bahlil menambahkan, Brunei juga tertarik dengan teknologi yang diterapkan Pertamina yang memanfaatkan Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi minyak di sumur-sumur minyak tua. 

Oleh karena itu, Bahlil siap memfasilitasi Brunei untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan pelat merah indonesia di bidang energi.

"Kami siap melakukan kerja sama untuk sharing pengalaman dan pengetahuan untuk berbicara teknis, nanti akan saya siapkan dengan senang hati untuk berbagi dan belajar," ujarnya.

Sementara itu, Dato Seri Paduka Awang Haji Mohamad Azmi, mengungkapkan ketertarikan negaranya terhadap teknologi EOR tersebut, lantaran Brunei sejauh ini sudah menggunakan teknologi water flooding dan siap untuk memanfaatkan chemical flooding seperti EOR untuk meningkatkan produksi minyaknya.

"Kita tertarik di Indonesia, sebab ada teknologi EOR yang sudah diterapkan. Kita sudah menggunakan water flooding dan kita percaya kita bisa belajar dari Indonesia untuk mengoperasikan EOR," ujar dia.

Di sisi lain, Indonesia juga mendorong peluang investasi yang lebih luas bagi Brunei melalui kerangka Koridor Ekonomi Indonesia (KEI) atau Indonesian Economic Development Corridor (IEDC). Melalui skema ini, Brunei diajak untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya di wilayah terpencil (remote area) yang memiliki potensi sumber daya alam namun masih membutuhkan dukungan infrastruktur energi.

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |