Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menyebut investasi sebagai pilar penting yang menyumbang hampir sepertiga perekonomian nasional.
Jadi Mitra Strategis RI, Investasi China di RI Capai Rp547 Triliun dalam Lima Tahun. Foto: iNews Media Group.
IDXChannel - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menyebut investasi sebagai pilar penting yang menyumbang hampir sepertiga perekonomian nasional.
Pada 2024, realisasi investasi Indonesia mencapai sekitar Rp1.700 triliun, tumbuh 20,8 persen, dengan investasi manufaktur meningkat 2,6 kali lipat sejak 2020 hingga mencapai USD 48,1 miliar
Adapun China disebut Todotua sebagai mitra strategis penting bagi Indonesia. Pasalnya sepanjang periode 2020 hingga semester I- 2025, realisasi investasi China mencapai USD35,3 miliar atau Rp547 triliun (asumsi kurs Rp15.500 per USD).
Investasi tersebut didominasi sektor pengolahan logam dasar sebesar USD15,55 miliar, diikuti transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi USD6,39 miliar, serta industri kimia dan farmasi USD3,41 miliar.
Investasi China juga banyak tersebar di luar Jawa, mencerminkan upaya pemerataan investasi nasional. Di sektor manufaktur, perusahaan-perusahaan China menjadi pemain utama di industri pengolahan nikel dan kendaraan listrik, dengan proyek-proyek besar seperti Morowali Industrial Park serta fasilitas EV milik Eadea dan BYD.
"Investasi China telah membantu membangun basis industri Indonesia dan memperkuat posisi kita dalam rantai pasok global. Kami ingin terus memperkuat kerja sama ini, khususnya di sektor hilirisasi mineral, karena China memiliki teknologi dan kapasitas finansial yang dapat mempercepat transformasi industri Indonesia," ujar Todotua dalam OCBC One Connect 2025, Rabu (27/8/2025).
Selain itu, China juga berperan besar di sektor infrastruktur, termasuk proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung senilai USD7,3 miliar dan komitmen investasi lebih dari USD21 miliar untuk proyek infrastruktur lainnya.