IWIP Perluas Kolaborasi dengan ITB untuk Pengembangan SDM Industri Nikel

9 hours ago 3

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung kebutuhan industri nikel nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung kebutuhan industri nikel nasional. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan talenta yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan industri dan hilirisasi.

Sinergi tersebut menghadirkan ruang pembelajaran yang menghubungkan dunia akademik dengan praktik industri. Melalui program ini, mahasiswa dapat mempelajari secara langsung proses pengolahan nikel, penerapan teknologi, serta perkembangan hilirisasi di kawasan industri nikel Weda Bay, Maluku Utara.

General Manager Human Resources and Development PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Roslina Sangaji mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri memiliki peran penting dalam menciptakan SDM yang sesuai dengan kebutuhan sektor industri.

"IWIP ingin berkontribusi dalam mengembangkan SDM dan membangun generasi profesional yang mampu mengikuti perkembangan teknologi, memahami proses industri secara menyeluruh, serta siap berkontribusi dalam mendukung daya saing industri Indonesia," ujar Roslina saat peluncuran kerja sama industri dan perguruan tinggi bersama ITB di Weda Bay, Maluku Utara, pada Juni 2026, dikutip berdasarkan keterangan pers, Senin (3/8/2026).

Sebagai implementasi awal kerja sama tersebut, sebanyak 16 mahasiswa ITB dari berbagai disiplin ilmu teknik mengikuti program pembelajaran berbasis praktik di Kawasan Industri Weda Bay. Para peserta berasal dari Program Studi Teknik Metalurgi, Teknik Material, Teknik Elektro, Teknik Pertambangan, Teknik Kimia, serta bidang terkait lainnya.

Selama dua bulan, para mahasiswa mengikuti pembelajaran yang meliputi pengenalan ekosistem kawasan industri, standar operasional, budaya kerja, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Mereka juga memperoleh pengalaman langsung di berbagai fasilitas produksi dan unit pendukung melalui pendampingan praktisi industri sehingga dapat memahami proses bisnis dan operasional secara menyeluruh.

Salah seorang peserta, Firza Alfarisi Nasution, mengatakan pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai penerapan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |