Islam Ajarkan Hemat Air Sejak Zaman Nabi

8 hours ago 5

Lahan padi mulai mengering akibat kekurangan air di wilayah Aceh Besar, Kamis (23/7/2026). Kekeringan berkepanjangan menyebabkan kerugian bagi para petani di wilayah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, Bencana kekeringan tengah melanda banyak daerah di Nusantara. Kemarau yang panjang membuat warga kesulitan air bersih, tidak terkecuali bagi umat Islam yang memiliki kebutuhan air untuk ibadah. Umat Islam pun diingatkan agar tidak menggunakan air secara berlebihan bagi daerah yang masih memiliki banyak sumber air.

Ajaran Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW telah memberikan panduan agar hidup hemat air, bahkan saat berwudhu dan mandi wajib. Pakar ilmu tafsir dan hukum Islam, Prof KH Ahsin Sakho Muhammad menyampaikan bahwa Islam melarang umatnya berlebih-lebihan termasuk dalam menggunakan air.

Kiai Ahsin menerangkan bahwa pelajaran dalam menghemat air adalah ketika Rasulullah SAW berwudhu hanya menggunakan air sebanyak satu mud atau atau sekitar satu botol air mineral ukuran 600 mililiter.

Ketika melakukan mandi wajib,  Rasulullah SAW hanya menggunakan air sebanyak sha atau empat mud. Karena itu, Nabi Muhammad sudah jauh-jauh hari memberi contoh kepada umatnya untuk hemat air.

Kiai Ahsin mengajak umat Islam bersyukur karena Islam dan Rasulullah turun di bumi yang minim air. Karena itu, umat mampu menjalankan ajaran Islam sesuai dengan keadaan yang terbatas hingga mengajarkan tayamum jika air sampai tidak ada.

Bayangkan jika Rasulullah turun di daerah dengan air yang melimpah. Bisa saja, umat Islam kesulitan dalam menerapkan hemat air ini.

Meski demikian, Rasulullah pun tetap mengingatkan untuk tidak berlebihan dalam menggunakan air meski air yang tersedia melimpah. Hal ini yang terjadi di Indonesia, meski air melimpah hendaknya warga tetap menggunakan air sesuai dengan kebutuhan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |