Intel mengumumkan bahwa perusahaannya menerima USD5,7 miliar sebagai bagian dari kesepakatan yang dinegosiasikan dengan Pemerintahan Trump.
Intel Raup USD5,7 Miliar dari Penjualan 10 Persen Saham ke Pemerintahan Trump. (Foto: Inews Media Group)
IDXChannel – Intel mengumumkan bahwa perusahaannya menerima USD5,7 miliar sebagai bagian dari kesepakatan yang dinegosiasikan dengan Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Hal itu diumumkan oleh Kepala Keuangan Produsen Chip Intel, David Zinsner, dalam konferensi dengan investor pada Kamis (28/8/2025). Zinsner mengatakan bahwa Intel, pemimpin dalam pengembangan chip semikonduktor di AS, menerima dana tersebut pada Rabu (27/8/2025) malam.
Pekan lalu, Gedung Putih mengumumkan rencana pemerintah federal mengambil 10 persen saham perusahaan teknologi raksasa yang sedang kesulitan tersebut, yang berbasis di Santa Clara, California.
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Pemerintahan Trump menegosiasikan waran lima tahun untuk tambahan 5 persen saham Intel, jika perusahaan tersebut berhenti memiliki lebih dari 51 persen operasi manufakturnya.
“Saya rasa kecil kemungkinan kami akan mengambil saham kami di bawah 50 persen. Jadi pada akhirnya, saya perkirakan [waran] itu akan kedaluwarsa tanpa nilai,” ujar Zinsner dilansir dari Al Jazeera, Jumat (29/8/2025).
Pemerintahan Trump mengubah dana yang dialokasikan untuk Intel berdasarkan Undang-Undang CHIPS 2022, yang disahkan menjadi undang-undang oleh mantan Presiden AS Joe Biden, menjadi modal untuk membeli saham oleh pemerintah AS.
Namun, dalam jumpa pers pada Kamis, sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengindikasikan bahwa kesepakatan dengan Intel masih dalam tahap negosiasi.
“Kesepakatan Intel masih digodok oleh Departemen Perdagangan. Prosesnya masih rumit, prosesnya masih panjang. Ini masih dalam tahap diskusi,” kata Leavitt.
Sebelumnya, Trump berjanji dalam kampanyenya untuk memulihkan industri manufaktur domestik AS dan mengungguli pesaing ekonomi seperti China di sektor teknologi.
Namun, Intel telah mengambil langkah-langkah untuk memisahkan bisnis manufakturnya dari bisnis desainnya, dan mengindikasikan bahwa mereka mungkin terbuka terhadap investasi eksternal di industri manufakturnya.
Perusahaan juga telah membentuk dewan manajemen terpisah untuk mengatur divisi manufaktur.
Jika Intel mengambil pendanaan eksternal untuk bisnis manufakturnya, Zinsner mengatakan perusahaan cenderung memilih investor strategis daripada investor finansial. Namun, hal itu merupakan rencana jangka panjang.
Pada Juli lalu, Intel mengungkapkan bahwa masa depan bisnis manufakturnya bergantung pada perolehan pelanggan besar untuk proses manufaktur generasi berikutnya yang dikenal sebagai 14A. Jika gagal, Intel bisa keluar dari bisnis itu sepenuhnya.
Namun, pada Kamis, Zinsner mengecilkan potensi risiko bagi bisnis tersebut. "Para pengacara selalu mencari area yang perlu kami uraikan terkait risiko kami," ujarnya.
Investasi ini muncul ketika Intel menghadapi tekanan yang meningkat dari para pesaing seperti NVIDIA, yang melaporkan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan pada Rabu.