
Ibu korban peluru nyasar di Gresik (foto: Okezone)
JAKARTA - Ibu dari Darrell Fauta Hamdani (14), bocah asal Gresik, Jawa Timur yang diduga menjadi korban peluru nyasar, Dewi Muniarti, membantah kabar yang menyebut dirinya meminta kompensasi sebesar Rp3,3 miliar kepada pihak Marinir.
Dewi menjelaskan, angka tersebut muncul dalam somasi sebagai perhitungan kerugian materiil dan imaterial, bukan tuntutan riil yang diajukan dalam proses mediasi.
“Somasi itu kalau tadi disampaikan Rp50 juta sampai Rp3 miliar itu salah, tidak benar,” ujar Dewi dalam konferensi pers di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (2/4/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan perhitungannya, biaya perawatan dan terapi lanjutan untuk anaknya diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 juta.
Insiden tersebut menyebabkan Darrell mengalami luka serius pada jari tengah tangan kiri hingga harus menjalani operasi dan pemasangan pen.
Selain itu, korban lain, Reinhart Okto Hanaya, juga membutuhkan biaya perawatan lebih dari Rp40 juta akibat kejadian yang sama.
“Untuk kerugian imaterial memang ada disebutkan sekitar Rp1,5 miliar dalam somasi. Namun itu bukan angka riil dalam pertemuan mediasi,” kata Dewi.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
.png)
4 hours ago
2

















































