Hizbullah Hantam Delapan Tentara IDF, Salah Satunya Anak Smotrich

7 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Delapan tentara IDF terluka, lima di antaranya serius, dalam serangan roket Hizbullah di Israel utara pada Jumat. Roket tersebut menghantam posisi tentara di dekat perbatasan Lebanon-Israel.

The Times of Israel melansir, para prajurit bertugas di unit elite IDF, Brigade Givati. Mereka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. 

Lima orang berada dalam kondisi serius dan tiga lainnya luka ringan, kata pihak militer. Di antara mereka yang terluka ringan akibat serangan roket itu adalah putra Menteri Keuangan Betzalel Smotrich, kata kantor menteri. 

Smotrich adalah salah satu menteri kabinet Benjamin Netanyahu yang paling kerap menebar kebencian terhadap warga Palestina dan Muslim. Ia berulang kali mendorong pemusnahan Palestina dan perluasan wilayah Israel. Ia juga mendorong panghancuran Masjid al-Aqsa untuk dijadikan kuil Yahudi.

Serangan Hizbullah ke Israel belakangan kembali gencar sebagai tanggapan atas serangan AS-Israel ke Iran. Kelompok tersebut memang selama ini menjadi sekutu Iran di kawasan.

Jumat pagi, merujuk Almayadeen, media militer Hizbullah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan pemukim di wilayah utara Palestina yang diduduki untuk mengosongkan semua pemukiman yang terletak dalam jarak lima kilometer dari garis perbatasan, memperingatkan bahwa agresi pendudukan Israel terhadap Lebanon, termasuk serangan terhadap warga sipil, penghancuran infrastruktur, dan pengungsian massal, tidak akan dibiarkan begitu saja. 

Saat fajar, Hizbullah melancarkan serangan terkoordinasi menggunakan salvo roket dan peluru artileri terhadap posisi tentara Israel dan konsentrasi pasukan di pemukiman Metula, Manara, Marj, dan Givat HaEgel, serta barak Yiftah di sepanjang perbatasan Lebanon-Palestina.

Pejuang perlawanan juga menyerang posisi dan konsentrasi pasukan Israel di Wadi al-Asafir dan Talat al-Hamamis di kota al-Khiam, gerbang Kfar Kila, pos terdepan Israel yang baru didirikan di kota Markaba di dalam wilayah Lebanon, diserang untuk ketiga kalinya, dan posisi Ruwaysat al-Alam di perbukitan Kfar Shuba yang diduduki Lebanon.

Operasi terpisah menargetkan barisan kendaraan militer Israel yang bergerak dari Wadi al-Asafir menuju lingkungan selatan al-Khiam. Perlawanan melaporkan serangan langsung, memaksa kendaraan mundur. Situs al-Malikiya juga diserang dengan serangan rudal saat fajar.

Tak lama, para pejuang perlawanan menargetkan kumpulan kendaraan pendudukan di sebuah lokasi militer Israel yang baru didirikan di kota Markaba, menandai yang pertama dari serangkaian serangan terhadap posisi tersebut sepanjang hari.

Peringatan tersebut menyusul ancaman pengungsi Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dikeluarkan pada hari Kamis terhadap seluruh lingkungan di pinggiran selatan Beirut, termasuk Bourj el-Barajneh, Hadath, Haret Hreik, dan Chiyah, yang merupakan rumah bagi ratusan ribu warga sipil.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |