Gubernur Jabar Serahkan Hadiah Sayembara Rp250 Juta untuk Masa Depan Korban Penyekapan

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG, – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memutuskan untuk menyerahkan hadiah sayembara senilai Rp250 juta kepada keluarga korban penyekapan. Keputusan ini diambil setelah penangkapan tersangka berinisial Taufik Hidayat berhasil dilakukan oleh Polda Jabar, dan hadiah tersebut akan menjadi bekal masa depan korban berinisial YTR.

“Karena yang melakukan penangkapannya adalah Polda Jabar, maka pemenang sayembaranya adalah Polda Jabar. Dan Pak Kapolda telepon saya dan meminta pada saya untuk serahkan pada keluarga korban untuk bekal masa depannya,” kata Dedi saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat.

Dedi menjelaskan bahwa sayembara yang diumumkannya memberikan efek psikologis signifikan terhadap tersangka. Tekanan tersebut membuat tersangka terus berpindah-pindah tempat persembunyian sebelum akhirnya ditangkap polisi di sebuah rumah di Perumahan Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung.

“Sayembara ini memiliki efek psikologis terhadap tersangka. Yaitu dia pergi ke mana pun, merasa banyak orang yang mengawasi. Sehingga dia mengalami kebingungan. Karena mengalami kebingungan, maka dia balik lagi ke Bandung,” ujarnya.

Jaminan Biaya Pengobatan dari Pemprov Jabar

Selain hadiah sayembara, Dedi memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga pulih sepenuhnya. Berdasarkan perhitungan sementara, kebutuhan biaya perawatan korban dalam dua pekan ke depan diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar dan dana tersebut telah disiapkan.

“Pihak keluarga juga akan berhenti bekerja karena harus fokus mengurus korban. Kemudian dari situ, Pemda Provinsi Jawa Barat sudah memutuskan bahwa terhadap korban dijamin seluruh pelayanan kesehatannya sampai sembuh,” kata Dedi.

Dia menambahkan, keluarga korban tidak perlu lagi menggalang donasi untuk membiayai pengobatan maupun kebutuhan sehari-hari selama mendampingi korban menjalani perawatan. Pemerintah provinsi memastikan kehidupan keluarga korban terjamin selama masa pemulihan.

“Yang berdonasi dipersilakan untuk membantu kehidupan keluarganya dan masa depan korban. Terhadap keluarganya, sejak saya berkunjung sampai hari ini, kami pastikan berhenti bekerja, tetap merawat, terjamin kehidupannya,” ujar dia.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |