Gagal Ginjal Bisa Sembuh? Dokter Ungkap Batas 3 Bulan dan Cara Mendeteksinya Sejak Dini

6 hours ago 2

Gagal Ginjal Bisa Sembuh? Dokter Ungkap Batas 3 Bulan dan Cara Mendeteksinya Sejak Dini

Gagal ginjal. (Foto: Freepik)

ISTILAH gagal ginjal mungkin terdengar menakutkan bagi banyak orang. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti fungsi ginjal langsung hilang secara permanen. Penurunan fungsi ginjal dapat terjadi sementara maupun berlangsung dalam jangka panjang.

Hal tersebut dijelaskan oleh seorang dokter dalam sebuah perbincangan mengenai kesehatan ginjal. Menurutnya, secara sederhana gagal ginjal berkaitan dengan adanya penurunan fungsi ginjal.

1. Apa Itu Gagal Ginjal?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Rosandi Himawan, Sp.PD, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone mengatakan bahwa ginjal memiliki berbagai fungsi penting bagi tubuh. Organ tersebut berperan membuang sisa-sisa metabolisme, menjaga keseimbangan elektrolit, membantu mengatur tekanan darah, serta menjalankan fungsi lainnya.

Ketika fungsi ginjal mengalami penurunan, berbagai gangguan yang berkaitan dengan fungsi tersebut dapat muncul. Namun, kondisi penurunan fungsi ginjal perlu dilihat berdasarkan perjalanan waktunya.

dr. Rosandi menjelaskan bahwa penurunan fungsi ginjal dapat bersifat sementara ataupun kronis dan permanen. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perkembangan kondisi tersebut dalam kurun waktu tiga bulan.

Sebaliknya, apabila setelah tiga bulan fungsi ginjal tetap mengalami gangguan atau justru terus menurun, kondisi tersebut dapat mengarah pada gangguan ginjal kronis. Artinya, seseorang yang mengalami penurunan fungsi ginjal tidak selalu berarti akan mengalami kerusakan permanen. Kondisi dan penyebabnya tetap perlu diperiksa serta dipantau oleh tenaga medis.

“Kalau definisi gagal ginjal itu kan berarti ada penurunan fungsi ginjal. Nah ginjal sendiri kan fungsinya untuk banyak hal nih. Ada metabolisme, membuang sisa-sisa metabolisme tubuh, keseimbangan elektrolit, tekanan darah, dan lainnya,” ujar dr. Rosandi.

“Ketika ketika terjadi penurunan fungsi, pastinya gejala-gejala terkait fungsi ginjal akan muncul.  Cuma memang penurunan fungsi ginjal ini bisa bersifat sementara atau bersifat kronis dan permanen,” lanjutnya.

“Batasannya itu 3 bulan. Kalau dalam 3 bulan itu terjadi perbaikan fungsi ginjal, maka biasanya bisa membaik. Tapi kalau dalam 3 bulan fungsi ginjalnya ternyata menetap, menurun terus, nah berarti itu yang disebut sebagai gagal ginjal yang kronis, begitu,” jelas dr. Rosandi.

2. Gangguan Ginjal Sering Tidak Bergejala di Awal

Salah satu tantangan dalam mendeteksi penyakit ginjal adalah gejalanya yang kerap tidak muncul pada tahap awal. dr. Rosandi menyebut, penurunan fungsi ginjal pada fase awal sering kali tidak menimbulkan keluhan yang khas. Karena itu, seseorang bisa saja mengalami gangguan fungsi ginjal tanpa menyadarinya.

Gejala biasanya lebih mungkin muncul ketika gangguan fungsi ginjal sudah cukup berat. Beberapa keluhan yang dapat dirasakan antara lain mual, muntah, tubuh terasa lemas, gatal-gatal, hingga penurunan jumlah urine.

Kondisi tersebut menjadi alasan mengapa pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan. Utamanya bagi orang yang memiliki faktor risiko gangguan ginjal.

“Jadi kalau untuk deteksi fungsi ginjal, ini penting karena secara klinis, kadang itu penurunan fungsi ginjal di awal sering kali enggak ada gejalanya di awal gitu,” jelas dr. Rosandi.

“Cuma kalau memang gejala fungsi ginjal sudah berat, seperti rasa mual, muntah, lemas, gatal-gatal, penurunan jari jumlah kencing, itu bisa muncul,” sambungnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |