Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Mantan komandan Angkatan Bersenjata Israel dan pemimpin oposisi Gadi Eisenkot muncul sebagai unggulan di berdasarkan hasil jajak pendapat (polling) terakhir yang dipublikasikan pada Rabu (24/6/2026). Melonjaknya dukungan terhadap Eisenkot seiring dengan terus menurunnya dukungan terhadap tokoh oposisi lainnya seperti Yair Lapid dan Naftali Bennett.
Menurut hasil jajak pendapat yang disiarkan oleh Channel 13, sebanyak 43 persen responden mengatakan bahwa Eisenkot lebih cocok terpilih menjadi perdana menteri, dibandingkan dengan Netanyahu yang mendapat dukungan 39 persen. Jajak pendapat juga menunjukkan bahwa Eisenkot juga unggul terhadap Bennet.
Jika pemilu legislatif Israel digelar hari ini, berdasarkan jajak pendapat, Partai Likud yang dipimpin oleh Netanyahu akan meraih 23 kursi, sementara Partai Yashar yang dipimpin Eisenkot akan mengamankan 20 kursi. Jajak pendapat juga menunjukkan penurunan yang lebih dalam dari aliansi oposisi yang dipimpin oleh Lapid dan Bennet, yang diperkirakan akan meraih 15 kursi.
Secara keseluruhan, koalisi Netanyahu yang kini berkuasa akan meraih 53 kursi dari 120 kursi Knesset dibandingkan dengan total 57 kursi dari partai koalisi. Adapun partai-partai yang mewakili warga Palestina di Israel akan mengamankan 10 kursi.
Channel 13 tidak mengungkap tanggal dari jajak pendapat itu, ukuran sampel, dan margin of error. Hanya disebutkan jajak pendapat diwakili sebuah tim peneliti, termasuk Shmuel Rosner, Yosef Maklada, Dr. Ariel Ayalon, Dori Dror dan Prof. David Steinberg.
Jajak pendapat terpisah yang dipublikasikan pada Jumat pekan lalu oleh koran Maariv mengungkapkan bahwa kubu oposisi akan mampu membentuk sebuah pemerintahan koalisi jika pemilu digelar hari ini. Kubu oposisi diperkirakan akan mendapatkan 61 kursi dibandingkan dengan 49 kursi di blok Netanyahu.
.png)
2 hours ago
1









































