Ekonom INDEF Soroti Ketergantungan Energi di HUT ke-81 RI

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki usia kemerdekaan ke-81, Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Hal tersebut disampaikan Ekonom Senior INDEF Didin S Damanhuri. Ia menilai ketergantungan pada sektor energi, pangan, teknologi, hingga keuangan masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan.

“Lebih jauh, perekonomian belum mandiri secara makro, finansial, teknologi, pangan, dan energi serta kebijakan,” kata Didin dalam pesan singkat kepada wartawan, Senin (17/8/2026).

Menurut Didin, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan selama puluhan tahun. Produk domestik bruto (PDB) meningkat 71 kali lipat sejak 1970, sedangkan harapan hidup yang sebelumnya di bawah 50 tahun kini telah lebih dari 70 tahun.

Namun, capaian tersebut masih dibayangi ketimpangan ekonomi dan politik serta ketergantungan terhadap impor bahan pokok. Didin menilai Indonesia perlu terus mendorong pembenahan agar pertumbuhan ekonomi diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah tantangan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berharap momentum HUT ke-81 RI menjadi titik awal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,45 persen pada semester I 2026 ditargetkan meningkat menjadi 6 persen pada semester II.

“Kemarin kan semester pertama 5,45 persen, kita coba tekan atau dorong ke arah 6 persen di semester kedua ini. Dan ke depan mudah-mudahan lebih cepat lagi,” harap Purbaya.

Purbaya menilai Indonesia sudah waktunya bergerak lebih cepat untuk mengejar kemajuan ekonomi. “Jadi, sudah saatnya kita bergerak lebih cepat menuju Indonesia Maju,” ujarnya.

Didin menilai penguatan kemandirian ekonomi perlu menjadi bagian dari upaya Indonesia menghadapi tantangan tersebut. Selain energi dan pangan, dia menyoroti masih maraknya politik uang, korupsi, serta ketimpangan yang menurutnya menjadi pekerjaan rumah pembangunan.

Meski demikian, Didin menilai Indonesia tetap patut bersyukur atas berbagai capaian selama 81 tahun kemerdekaan. Ia berharap kekurangan yang masih ada terus dibenahi agar Indonesia dapat menjadi negara yang adil, makmur, sejahtera, dan demokratis.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |