Warga menuangkan cairan tetes tebu ke dalam galon saat edukasi pembuatan ekoenzim di Perumahan Sahid Mansion, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut untuk mengedukasi cara mengolah sampah organik dari limbah rumah tangga menjadi ekoenzim yang memiliki manfaat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah berkelanjutan. (FOTO : ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Warga menimbang kulit buah saat edukasi pembuatan ekoenzim di Perumahan Sahid Mansion, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut untuk mengedukasi cara mengolah sampah organik dari limbah rumah tangga menjadi ekoenzim yang memiliki manfaat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah berkelanjutan. (FOTO : ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Warga memasukkan kulit buah ke dalam galon berisi cairan tetes tebu saat edukasi pembuatan ekoenzim di Perumahan Sahid Mansion, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut untuk mengedukasi cara mengolah sampah organik dari limbah rumah tangga menjadi ekoenzim yang memiliki manfaat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah berkelanjutan. (FOTO : ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
REPUBLIKA.CO.ID, TANGSEL -- Warga memasukkan kulit buah ke dalam galon berisi cairan tetes tebu saat edukasi pembuatan ekoenzim di Perumahan Sahid Mansion, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan tersebut untuk mengedukasi cara mengolah sampah organik dari limbah rumah tangga menjadi ekoenzim yang memiliki manfaat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah berkelanjutan.
sumber : Antara Foto
.png)
2 hours ago
1

















































