Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Daya Saing Kawasan Industri Jadi Kunci Buka Investasi

4 days ago 11

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Daya Saing Kawasan Industri Jadi Kunci Buka Investasi

- PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat posisi kawasan industri. (Foto: Okezone.com/KS)

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat posisi kawasan industri sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sebagai tuan rumah kawasan industri, Krakatau Steel Group akan terus memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan kemudahan berinvestasi bagi tenant dan investor. Kolaborasi adalah kunci membangun kawasan industri yang kompetitif,” kata Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan dalam gelaran Krakatau Industrial Business Gathering 2026, Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

Langkah strategis ini diambil guna menangkap peluang investasi global dan mendorong transformasi kawasan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Optimisme Investasi dan Momentum First Mover

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Periode 2020-2024 Sandiaga Salahuddin Uno memberikan perspektif strategis mengenai arah kebijakan ekonomi dan peluang ekspansi industri nasional pada tahun 2026.

Sandiaga menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap solid dengan pertumbuhan di atas 5 persen. Menurutnya, daya saing kawasan industri yang meningkat menjadi faktor kunci yang membuka ruang investasi lebih luas.

“Kawasan industri adalah engine pertumbuhan ekonomi nasional yang berkontribusi signifikan terhadap PDB, lapangan kerja, dan ekspor nonmigas. Dengan kondisi PMI manufaktur yang ekspansif di tahun 2026, ini bukan saatnya untuk wait and see, melainkan momen tepat menjadi first mover dalam berinvestasi,” kata Sandiaga dalam paparannya yang bertajuk “Peluang Ekonomi, Investasi, dan Daya Saing Kawasan Industri”.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa masa depan kawasan industri terletak pada integrasi konsep Special Economic Zone (SEZ) dan Green Economy. Dukungan energi terbarukan, konektivitas logistik yang efisien, serta prinsip keberlanjutan menjadi syarat mutlak untuk menarik minat investor global.

“Keberlanjutan harus menjadi nilai tambah bisnis—doing good and profitable. Melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, kawasan industri dapat bertransformasi menjadi ekosistem unggulan yang tidak hanya menarik investasi berkualitas, tetapi juga memperkuat basis ekspor nasional,” pungkasnya.

Ekspansi Global dan Hilirisasi Industri 

Sejalan dengan pesan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos mengenai pentingnya stabilitas dan ekosistem industri yang kuat, Krakatau Steel berkomitmen tidak hanya memperkuat bisnis inti baja, tetapi juga membangun ekosistem industri terpadu yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

“Semangat Krakatau Steel untuk go global semakin nyata. Setelah bermitra strategis dengan Korea Selatan dan Jepang, kini investor asal Tiongkok telah bergabung membangun fasilitas bijih plastik di Cilegon. Dalam waktu dekat, investasi pabrik EV Truck dan proyek strategis lainnya akan segera menyusul,” ungkapnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |