Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS berakhir anjlok pada perdagangan hari ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS berakhir anjlok pada perdagangan hari ini. Rupiah tertekan 147 poin atau sekitar 0,90% ke level Rp16.499 per dolar AS.
Menurut Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah berasal dari data ekonomi AS yang menunjukkan pertumbuhan pesat, melampaui proyeksi dan pembacaan awal untuk kuartal kedua tahun 2025.
“Selain itu, jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran menurun, sebuah tanda kekuatan di pasar tenaga kerja,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (29/8/2025).
Adapun pengukuran kedua Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua tahun ini menunjukkan ekspansi tahunan sebesar 3,3 persen, melampaui proyeksi 3,1 persen dan naik dari 3,0 persen sebelumnya. Sementara itu, klaim pengangguran awal turun menjadi 229.000, sedikit lebih baik dari konsensus 230.000, dan turun dari revisi 234.000.
Bloomberg mengungkapkan bahwa Gubernur The Fed, Lisa Cook, "menggugat Presiden Donald Trump atas upaya pemecatannya terkait dugaan penipuan hipotek, yang memicu pertikaian bersejarah atas independensi bank sentral AS."
Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, akan mendukung penurunan suku bunga pada pertemuan bulan September dan kemungkinan penurunan lebih lanjut dalam tiga hingga enam bulan ke depan untuk mencegah pasar tenaga kerja kolaps.
Selain itu, harapan perdamaian memudar setelah Presiden AS Donald Trump pekan lalu mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengadakan perundingan langsung, sebelum mempertimbangkan pertemuan puncak trilateral yang diselenggarakan oleh Washington.
Meskipun Trump menawarkan jaminan keamanan AS dan pengerahan pasukan, belum ada tanggal atau lokasi pertemuan yang ditetapkan. Para analis melihat hanya sedikit kemajuan dalam waktu dekat. Sementara itu, Rusia melancarkan gelombang serangan baru di Kyiv yang merusak gedung-gedung misi Uni Eropa dan British Council.
Dalam langkah yang terkait dengan agresi India dalam membeli minyak mentah Rusia, tarif tambahan AS sebesar 25 persen untuk impor India mulai berlaku pada Rabu (27/8), menggandakan total bea masuk menjadi 50 persen. Kebijakan ini merupakan bagian dari tekanan yang lebih luas untuk mengekang hubungan India dengan Rusia di tengah perang Ukraina.
Sentimen Dalam Negeri
Dari dalam negeri, ketegangan sosial dan politik yang memanas sejak Kamis (28/8/2025) diperkirakan akan terus meningkat. Salah satunya dipicu oleh rencana pemerintah memberikan tunjangan perumahan kepada DPR, yang menimbulkan ketegangan dan kecaman publik.
Kondisi diperburuk oleh kasus korupsi yang dilakukan oleh mantan aktivis 1998 yang kini menjabat sebagai pejabat negara. Ironisnya, pejabat tersebut sebelumnya dikenal vokal dengan slogan:
“Siapapun pejabat pemerintah yang korup harus dihukum mati tanpa kecuali.”