Dapur Tara adalah pintu masuk bagi mereka yang ingin menikmati kuliner khas dan sekaligus budaya Flores, NTT.
![]()
Dapur Tara adalah pintu masuk bagi mereka yang ingin menikmati kuliner khas dan sekaligus budaya Flores, NTT. (Foto: Ist)
IDXChannel – Menjelajahi pantai-pantai eksotis, traking ke Pulau Padar atau mengunjungi Taman Nasional Pulau Komodo bisa jadi merupakan daftar itinerary utama wisatawan kala berkunjung ke Labuan Bajo, di Kabupaten Mangarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wajar, karena Labuan Bajo dan wilayah sekitarnya selama ini memang dikenal dengan wisata alamnya yang luar biasa indah. Apalagi, kini infrastruktur pendukung di daerah ini sudah semakin baik. Berbagai penyedia jasa pariwisata juga mudah ditemukan sehingga akses wisatawan kian mudah.
Di antara sekian daftar tujuan wisata di Labuan Bajo, ada satu lokasi yang menawarkan pengalaman berbeda. Bukan di pantai, melainkan di area pegunungan. Dapur Tara namanya. Ini bukan dapur biasa. Terutama bagi mereka yang kesehariannya bergelut kesibukan di kota. Dapur ini, lebih tepatnya adalah pintu masuk bagi mereka yang ingin menikmati kuliner khas dan sekaligus budaya Flores, NTT.
“Kami menyediakan kuliner khas lokal yang kami masak sendiri dari bahan-bahan yang ada di kebun di sekitar sini. Semua dikerjakan sesuai dengan kebiasaan kami di Flores seperti yang dilakukan orang-orang terdahulu,” ujar Elisabet Yani Tararubi, pengelola Dapur Tara, saat menerima kunjungan dari rombongan pengelola desa wisata Bakti BCA, Rabu (9/7/2026) sore.
Kak Liz, panggilan akrab Elisabet, adalah inisiator Dapur Tara yang mulai beroperasi pada awal tahun 2019 sebelum pandemi. Saat itu, dia yang sebelumnya sempat bekerja di Bali, merasa terpanggil mengembangkan wisata di daerah asalnya untuk merawat tradisi yang menurutnya sudah mulai ditinggalkan kaum muda.
.png)
18 hours ago
4















































