Bypass Selat Hormuz, UEA Gaspol Pembangunan Jalur Pipa Minyak Via Fujairah

1 week ago 29

Warga Iran berkendara melewati papan reklame besar yang bertuliskan kalimat dalam bahasa Persia yakni Selat Hormuz tetap ditutup di Alun-alun Enghelab di Teheran, Iran, pada 22 April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Uni Emirat Arab (UAE) akan mempercepat pembangunan jalur pipa yang melintasi Selat Hormuz, ungkap Kantor Media Abu Dhabi, Jumat (15/5/2026). Jalur pipa ini diperkirakan akan membuat UEA tak bergantung dengan Selat Hormuz dalam mengekspor minyaknya.

"Khaled bin Mohamed bin Zayed memimpin rapat Komite Eksekutif Dewan Direksi ADNOC, meninjau perkembangan proyek Jalur Pipa Barat-Timur yang baru, yang rencananya beroperasi pada 2027 dan menggandakan kapasitas ekspor ADNOC via Fujairah guna memenuhi permintaan energi global," kata kantor media tersebut di platform X.

Disebutkan bahwa jalur pipa tersebut saat ini sedang dalam pembangunan dan diharapkan dapat dioperasikan pada 2027. Adapun, Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menyumbang sekitar 20 persen pengiriman minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia yang saat ini tengah mengalami pemblokadean akibat berkecamuknya perang.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengakui keberadaan ranjau di Selat Hormuz. Ia mengatakan kondisi itu menjadi alasan mengapa kapal-kapal yang ingin melewati Hormuz harus berkoordinasi dengan Teheran.

"Kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz jelas harus berkoordinasi dengan militer kami, karena adanya ranjau dan rintangan yang ada. Kami akan membimbing mereka, seperti yang telah kami lakukan dengan sejumlah kapal India. Navigasi yang aman adalah kebijakan kami," kata Araghchi dalam konferensi pers.

Sebelumnya dilaporkan sebanyak 30 kapal telah melintas di Selat Hormuz sejak Rabu (13/5/2026) malam di bawah pengawasan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran. Data dari platform pelacakan kapal Marine Traffic menunjukkan sedikitnya empat kapal yang terkait dengan China melintasi selat tersebut dalam 24 jam terakhir melalui koridor pelayaran "aman" milik Iran.

sumber : Antara, Ria Novosti/Sputnik

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |