BPJPH menilai proses sertifikasi halal yang dilakukan di Amerika Serikat (AS) memiliki kesetaraan, bahkan lebih ketat dibandingkan Indonesia.
![]()
BPJPH menilai proses sertifikasi halal yang dilakukan di AS memiliki kesetaraan, bahkan lebih ketat dibandingkan Indonesia. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama
IDXChannel - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menilai proses sertifikasi halal yang dilakukan di Amerika Serikat (AS) memiliki kesetaraan, bahkan lebih ketat pada beberapa aspek dibandingkan standar yang ada di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan yang menepis isu bahwa produk asal AS tidak menggunakan sertifikasi halal, menyusul kerja sama resiprokal antara Indonesia dan AS.
"Tapi kalau prosesnya minimal sama. Kalau tidak sama, mereka lebih ketat. Apalagi soal mazhab, lebih ketat lagi. Mereka banyak menggunakan pendekatan mazhab Imam Maliki, Hambali, dan Imam Hanafi, sedangkan kita menggunakan Imam Syafii yang relatif paling toleran," ujar Haikal dalam media gathering di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Dia mencontohkan salah satu standar yang lebih ketat terkait kandungan alkohol dalam produk obat-obatan. Menurutnya, ketentuan yang digunakan oleh lembaga sertifikasi halal di Amerika Serikat seperti IFANCA tidak memperbolehkan kandungan alkohol sama sekali.
Sementara di Indonesia, berdasarkan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih diperbolehkan adanya kandungan alkohol hingga batas tertentu dalam kondisi khusus, seperti untuk kebutuhan obat.
.png)
5 hours ago
3















































