REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2027 bisa mencapai hingga 6 persen. Adapun, rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 17.300–Rp 17.800 per dolar AS.
“Gambaran proyeksi kami ke depan, ekonomi growth 5,2–6 persen dengan rupiah di Rp 17.300–Rp 17.800, kemudian inflasi kami masih terus menggunakan 2,5 persen plus minus 1 persen atau berkisar 1,5–3,5 persen,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam Rapat Kerja Gabungan Komite IV dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan BI di Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Destry menjelaskan dinamika kondisi dan tantangan yang dihadapi. Ia menyebut, BI –bersama anggota BRICS– sepakat bahwa memang saat ini ada tantangan yang cukup tinggi di global. Terjadi tekanan pada pertumbuhan ekonomi di beberapa negara maju, kecuali AS dan sejumlah negara yang memiliki basis teknologi dan Artificial Intelligence (AI).
AS saat ini menjadi panutan atau benchmarking untuk seluruh negara sebab ekonomi AS terbilang masih cukup solid, tetapi diimbangi dengan inflasi yang tinggi karena kenaikan harga minyak yang telah menembus 100 dolar AS per barel, sehingga menyebabkan indeks dolar menguat. Kondisi itu diperkuat dengan peningkatan bond yield yang mana untuk 10 tahun sudah mendekati angka 5 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal di angka sekitar 3 persen.
“Kami menyebutnya adalah situasi higher for longer, di mana kita akan menghadapi situasi Fed Fund Rate yang sekarang diperkirakan 70 persen di September–Oktober akan naik 25 basis poin lagi. Kemudian bond yield-nya terus juga tinggi, inflasinya juga tinggi, didukung dengan ekonomi mereka yang masih cukup solid, bahkan kita perkirakan 2027 ekonomi mereka akan meningkat di level dari sekarang 3 persen menjadi 3,3 persen,” jelasnya.
“Jadi, tentunya untuk negara berkembang, termasuk Indonesia, ini situasi yang kurang menguntungkan karena kondisi seperti ini adalah adanya flight to quality asset. Jadi, mereka kecenderungan akan pegang dolar, atau kemudian akan menginvestasikan pada sektor-sektor yang memang masih di luar sektor kita, yaitu teknologi, AI, robotik, dan lainnya,” lanjutnya.
Destry menyebut, kondisi itu memberikan tekanan kepada emerging market. Sehingga akan memengaruhi kebijakan yang akan diambil nantinya, termasuk dalam mengelola capital inflow yang masih sangat diharapkan ke depannya.
Kendati demikian, Destry menuturkan, Indonesia masih cukup beruntung. Sebab, Indonesia memiliki pasar domestik yang cukup tinggi, didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai agent of development. Peranan alokasi APBN kepada proyek-proyek strategis menyebabkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga kuartal II 2026 masih menunjukkan kinerja yang cukup baik dengan pertumbuhan di atas 5 persen, tepatnya 5,29 persen. Sehingga secara overall pada semester I 2026, ekonomi mampu tumbuh di sekitar 5,45 persen.
“Beda kalau kita lihat di beberapa negara yang mereka juga mulai mengalami kesulitan, seperti Filipina dan Thailand, kemudian Malaysia kurang lebih sama dengan kita, Vietnam memang lebih tinggi, tetapi overall emerging market menghadapi pertumbuhan yang sangat terbatas,” ujarnya.
Destry menekankan, ekonomi domestik terbilang masih bagus, meski diakui masih perlu untuk terus didorong lebih tinggi. Terutama di antaranya kondisi konsumsi masyarakat yang mulai stagnan atau flattish, sehingga perlu didorong ke depan. Oleh karena itu, sektor-sektor yang menciptakan lapangan pekerjaan dinilai menjadi tentunya prioritas, termasuk dalam program BI melalui kebijakan makroprudensial.
Di sisi lain, mengenai produksi, data Purchasing Manufacturing Index (PMI) tercatat masih berada dalam fase ekspansi, namun diakui Destry memang mengalami perlambatan.
“Inilah tentunya PR-PR yang akan kami sinergikan dengan Kementerian dan Lembaga lain untuk menjaga pertumbuhan, sehingga 2027 kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi kita masih bisa berada dalam range 5,2–6 persen, dan kami cenderung akan berada di sisi optimalnya dengan berbagai kebijakan yang akan kami ambil ke depan,” katanya.
sumber : Antara
.png)
6 hours ago
4















































